Siagakan 35 Pengawas Hewan Kurban, Ini Tugasnya

DRINGU – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1439 Hijriah, pengawasan terhadap hewan kurban yang beredar di Kabupaten Probolinggo, diperketat. Bahkan, kini Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Probolinggo menyiagakan 35 pengawas ternak.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Probolinggo Edang Sri Wahyuni melalui Kasi Kesmavet Nikolas mengatakan, untuk melakukan pengawasan, pihaknya telah menyiapkan 35 petugas. Terdiri atas petugas teknis di 24 kecamatan, petugas Rumah Potong Hewan (RPH), dan dokter hewan. “Sudah kami siapkan semua untuk pengawasan menjelang Idul Adha,” ujarnya.

Para petugas itu akan melakukan pengawasan dua tahap. Meliputi, pengawasan antemortem atau disebut pengawasan hewan kurban sebelum penyembelihan. Tujuannya, mengetahui kondisi hewan kurban sebelum disembelih. Terutama layak tidaknya dikurbankan. “Sebelum disembelih harus dilakukan pengecekan dulu,” ujarnya.

Pengawasan berikutnya berupa pengawasan post mortem. Atau, disebut juga pengawasan setelah disembelih. Ini, bertujuan untuk melihat kesehatan daging hewan kurban. “Biasanya, ada hewan kurban yang ada cacing pitanya. Tapi, dengan begini masyarakat bisa merasa aman. Karena kami melakukan pengecekan secara berkala,” jelasnya.

Nikolas mengatakan, jika nanti ditemukan hewan yang tidak sehat dalam pengawasan antemortem, pihaknya akan merekomendasikan hewan itu tidak dikurbankan. Jika ditemukan penyakit setelah disembelih, sampel dagingnya akan dibawa ke laboratorium.

“Semoga tidak terjadi. Semoga pada Idul Adha kali ini bisa berjalan sesuai dengan harapan semua orang. Dan, tidak ada hewan kurban yang penyakitan,” ujarnya. (sid/rud/mie)