Belajar Menggambar demi PAUD Award

PAUD Award Kota Probolinggo 2018 menjadi tantangan tersendiri bagi Ike Darmayanti. Sebab, karya yang diminta ditampilkan berupa cerita bergambar. Sedangkan, Ike merasa kurang mahir menggambar. 

RIDHOWATI SAPUTRI, Mayangan

IKE Darmayanti tercatat sudah 18 tahun menjadi guru Taman Kanak-kanak (TK) Kusuma, Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Namun, meski sudah belasan tahun menjadi guru TK, Ike mengaku tidak terlalu pandai menggambar.

Karenanya, ketika ditunjuk sekolah untuk mengikuti PAUD Award 2018, Ike belajar menggambar secara khusus. Butuh waktu dua minggu baginya untuk menyelesaikan karya cerita bergambar yang berjudul Rasa Ingin Tahu. “Dua minggu itu, termasuk saya belajar menggambar. Saya belajar menggambar pada tetangga,” ujarnya, Senin (6/8).

Ike mengaku belajar kepada salah seorang tetangganya yang memiliki kemampuan menggambar. Warga Mayangan ini mengaku, belajar bentuk keseharian manusia, seperti berjalan dan bermain.

“Saya belajar terutama untuk menggambar bentuk keseharian manusia. Itu, saya tidak bisa, makanya belajar dari tetangga. Kalau proses pewarnaan saya tangani sendiri. Menggambar bentuk itu yang perlu belajar khusus,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Bromo di sekolahnya.

Selain itu, Ike juga mengaku mengikuti proses pembuatan gambar yang diajarkan salah satu juri PAUD Award. Karenanya, kemampuannya menggambar makin baik. “Saat acara sosialisasi salah satu juri dari Jawa Pos Radar Bromo memberi tahu cara menggambar manual yang mudah,” ujarnya.

Sebelum mengikuti presentasi, Ike telah mempraktikkan materi cerita bergambar karyanya kepada siswa. Menurutnya, penyampaian melalui cerita bergambar lebih mudah dipahami siswa. “Sebenarnya melalui cergam (cerita bergambar) siswa lebih mudah paham. Terutama, penyampaian cerita sehari-hari,” ujarnya.

Ike menjelaskan, cerita bergambar yang dibuatnya berjudul Rada Ingin Tahu. Ide ini berasal dari kejadian anaknya yang kini sudah duduk di bangku sekolah dasar. “Ceritanya dia mau berangkat ngaji, ternyata ketika menuju tempat ngaji, anak saya ketemu tempat yang ramai. Dia masuk malah ketemu tempat bermain PlayStation,” ujarnya.

Cerita sederhana ini diangkat menjadi cerita bergambar sebanyak 15 lembar. Dengan gaya bertutur sederhana, Ike berusaha menyampaikan cerita dengan cara yang mudah dipahami anak-anak. Rupanya, karyanya berhasil memikat para juri. Sehingga, dia menjadi salah satu nominasi lomba gelaran Disdikpora Kota Probolinggo ini. (rud)