Perjuangan Dua Siswa Bintara asal Pasuruan yang Lulus Polri

BANGGA: Vigania Amaranthus Andika Putri serta Sabilly Daibi Sofari (sama-sama berbaju putih). Viga dan Billy dinyatakan lulus dalam seleksi Polri dan saat ini tengah menempuh pendidikan. (Dok. Pribadi)

Related Post

Vigania Amaranthus Andika Putri dan Sabilly Daibi Sofari membuktikan bahwa seleksi masuk Polri tak melulu harus punya kenalan orang dalam. Kedua siswa bintara asal Pasuruan ini adalah bukti Polri akuntabel dengan program Promoternya.

—————

Kebahagiaan Sherley Cynthia Devi, 39, saat ini tengah membuncah. Betapa tidak, keponakannya yang dirawat sejak kecil, Vigania Amaranthus Andika Putri baru saja dinyatakan lolos dalam seleksi pendaftaran bintara tahun ini. Kebahagiaan yang dirasakan Sherley itu, juga lantaran keponakannya bukan kali pertama mendaftar menjadi polwan.

“Dia lulus SMAN 2 Pasuruan tahun 2016. Namun saat itu tidak lolos dalam pantaukhir. Memang sempat down. Tapi saya bilang harus tetap semangat karena dengan usianya saat itu masih ada peluang,” ungkap Sherley saat mengawali cerita upaya Vigania Amaranthus Andika Putri tentang ikut seleksi Polri.

Sejak mengenyam pendidikan di SDN Petamanan, Viga –panggilan akrab Vigania Amaranthus Andika Putri memang telah senang dengan dunia olahraga. Terutama lari marathon. Ia pun pernah menjadi juara dua dalam perlombaan lari marathon se Jawa Timur pada tahun 2011.

Sherley menyebutkan, anak dari kakak pertamanya itu memiliki kepribadian yang aktif. Kecintaannya pada dunia olahraga berkembang saat memasuki SMPN 5 Pasuruan. Saat itu, Viga bergabung dalam ekstrakurikuler bola basket. Hal itu kemudian berlanjut saat menginjak di SMAN 2 Pasuruan. ia pun aktif dalam ekstrakurikuler bola basket.

“Tahun 2015, tim yang diikuti Viga pernah menjadi runner up dalam DBL East Java di Malang,” tutur Sherley.

Ia menyebut, keinginan Viga untuk menjadi seorang polwan sangat teguh. Meski sempat down lantaran tak lolos, ia masih mencoba peruntungannya di tahun berikutnya. Namun, lagi-lagi langkahnya untuk menjadi seorang polwan terhambat. Sebab, Viga tak lolos dalam tes kesehatan.

“Untungnya, dia bisa masuk tahun ini. Karena dari segi usia, tahun depan sudah tidak memungkinan mendaftar lagi,” ucap perempuan berparas ayu itu.

Kehidupan Viga sendiri, cukup memprihatinkan. Anak tunggal dari pasangan Evy Novianti dan Gatot Subroto itu merupakan korban broken home. Kedua orang tuanya, berpisah saat dirinya berusia tiga tahun. Beberapa tahun setelah berpisah, ibunya memutuskan bekerja sebagai TKW di Hongkong, hingga saat ini.

Sementara itu, Viga selama ini dirawat oleh keluarga besarnya di Kelurahan Bakalan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan. Dulu, masih ada Suhartati, nenek Viga yang menggantikan posisi sang ibu. Namun, sepeninggal sang nenek, Viga lantas dirawat oleh Sherley.

“Memang untuk biaya, ada kiriman dari ibunya yang bekerja di Hongkong. Namun, saya selama ini berusaha menjadi teman curhat bagi Viga.

Selain Viga, ada pula Sabilly Daiby Sofari, pemuda asal Kemantrenrejo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, yang juga lolos dalam pendaftaran bintara Polri. Latar belakang Billy, lebih cenderung pada persoalan ekonomi keluarga. Dulu, kedua orang tuanya bekerja sebagai buruh pabrik.

Namun, kedua orang tua Billy kemudian di PHK dalam waktu yang berdekatan. “Saya sempat berpikir kalau kami tidak akan bisa menyekolahkan anak-anak. Awalnya ayah Billy sempat membuka jasa servis elektronik,tapi tak berlangsung lama. Kini dia terkena gejala amnesia,” ucap ibu Billy, Susi Indrawati.

Billy sendiri, kata Susi, merupakan anak yang cukup hiperaktif. Karena itu, ia pun berinisiatif untuk mendaftarkan anak pertamanya itu dalam latihan perisai diri. Langkah itu pula yang akhirnya mengantarkan Billy sebagai pemuda dengan segudang prestasi.

“Sejak SMP hingga SMA, dia sekolah gratis melalui jalur prestasi. Karena di perisai diri, prestasinya dari tingkat kabupaten hingga internasional,” urai Susi. Tahun 2017, dia dapat juara dua kelas junior putra dalam international championship yang diikuti oleh 11 negara.

Susi sendiri tak menyangka, anaknya dalam beberapa bulan kedepan telah menjadi anggota polisi. Sebab, selama ini penghasilan untuk keluarga hanya didapat dari usahanya berdagang baju keliling.

“Saya mikirnya kan biaya untuk jadi polisi itu mahal. Sedangkan kami berdua bukan pegawai. Ternyata tidak ada sama sekali, justru prestasi Billy itu yang diutamakan,” jelas istri dari Adi Sofari Puji Laksono itu.

Kabag Sumda Polres Pasuruan Kota, Kompol Yuli Purnomo membenarkan jika Viga dan Billy merupakan siswa bintara yang mendaftar di Polres Pasuruan Kota. Keduanya mendaftar April silam dan pada 3 Agustus lalu dinyatakan lulus. Sabtu sore berangkat pendidikan. Viga dan Billy merupakan bagian dari 9 siswa bintara yang diterima dari jumlah pendaftar sebanyak 97 orang.

“Saat ini, seluruh siswa bintara tengah menjalani pendidikan di SPN Polda Jatim. Tujuh bulan kedepan, mereka resmi menjadi anggota polisi dengan pangkat Bripda,” tandas perwira polisi dengan satu melati dibahunya itu. (tom/fun)