Bule Pakai Bikini Bikin Heboh usai Snorkeling di Gili Ketapang

PROBOLINGGO – Geliat wisata Snorkeling di pulau Gili Ketapang dibuat heboh. Ini lantaran Sabtu (4/8) lalu ada sejumlah wisatawan asing yang berkunjung kesana, tampil dengan pakaian mini.

Foto gambar wisatawan yang sebagian besar wanita itu bahkan tersebar di sosial media. Kontan saja wisatawan berbikini itu bikin gempar pelaku wisata maupun jagad dunia maya.

SUDAH DIKENAL: Suasana di pesisir Gili-Ketapang. (Zainal Arifin/Jawa os Radar Bromo)

Informasinya, foto wisatawan asing yang tidak diketahui asalnya tersebut, datang dan berwisata ke Gili, Sabtu siang. Ada tujuh perempuan dan satu lelaki dalam rombongan tersebut. Setelah menikmati wisata Gili dan berSnorkeling-ria, delapan wisatawan asing tersebut hendak pulang.

Nah, saat pulang dan menyeberang ke Pelabuhan Tanjung Tembaga di Kota Probolinggo itulah, tujuh wisatawan wanita, hanya memakai bikini. Saat memakai pakaian renang wanita itu, ada orang yang memotret. Celakanya, gambar tersebut tersebar ke dunia maya.

Bahkan saat foto tersebar, banyak ada pengguna interbet yang sengaja datang ke dermaga Pelabuhan Probolinggo. Namun saat tiba di pelabuhan, diduga mereka sudah diminta untuk memakai kain dan menutup bagian tubuhnya.

Seperti yang diungkapkan Muto’ir, 34 warga asal Mayangan. Menurutnya, kejadian yang sempat menghebohkan warga sekitar dan dunia maya itu akibat beberapa pengunjung nusantara hendak balik ke dermaga Pelabuhan Tanjung Tembaga.

“Fotonya tersebar ke dunia maya. Jelas itu tak sopan lah mas. Apalagi kan beda budaya. Selain itu juga malah membuat nafsu yang melihat. Apalagi warga lokal yang tidak pernah melihat belahan dada dan tubuh syur begitu,” terangnya sambil tertawa.

Kadisbudpar Kabupaten Probolinggo, Sidik Widjanarko mengungkapkan, dari awal sudah ada kesepakatan antara tokoh masyarakat di Gili dengan para pengelola wisata. Untuk busana saat di pulau Gili Ketapang, wisatawan lokal maupun mancanegara, harus memakai pakaian yang sopan. Termasuk ketika melakukan snorkeling.

Bahkan dalam poin persetujuan antara tokoh masyarakat dan pengelola yang pernah dibuat 2017 silam, pakaian wisatawan tidak bolehyang mini. Untuk bawahan, tidak boleh diatas lutut.

Sayangnya, diduga wisatawan asing yang memakai bikini, tidak mengetahui aturan tersebut. Ada pula yang menyebut, wisatawan berbikini itu, tidak diberi penjelasan.

“Informasi yang kami terima, rombongan wisatawan manca negara yang ke Gili- Ketapang tidak diberi kain pantai untuk menutup badan,” terangnya.

Menyikapi hal itu, pria yang akrab disapa Sidik mengimbau agar pihak pemerintah daerah ataupun dari tokoh masyarakat setempat turut bekerjasama untuk tetap menjaga budaya yang ada. “Tokoh masyarakat harus menegur operator yang melanggar kesepakatan. Bila perlu Kades dan paguyuban snorkeling harus memberi sanksi pada operator yang tidak disiplin,” terangnya. (rpd/fun)