Antisipasi Kebakaran Hutan di Bromo, Begini Upaya TNBTS

SUKAPURA – Kebakaran yang melanda wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) tahun kemarin, menjadi pelajaran berharga bagi TNBTS. Mencegah kejadian serupa, TNBTS melakukan sejumlah langkah antisipasi. Salah satunya menyiagakan 60 personel yang menyebar di kawasan TNBTS.

Kasi TNBTS Wilayah Satu Sarmin mengatakan, segala upaya mengantisipasi ancaman kebakaran sudah dilakukan. Mulai dari apel pasukan sampai berkoordinasi dengan pemangku kepentingan empat wilayah. Meliputi, Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Malang.

“Sementara ini kami telah menyiagakan 60 personel. Jadi, sewaktu-waktu jika ada percikan api, langsung bisa dikendalikan. Selain itu, kami juga menyiapkan beberapa kendaraan. Gunanya sama, mengantisipasi kebakaran,” ujarnya.

Selain itu, Sarmin mengaku juga telah memetakan beberapa titik rawan kebarakan. Di antarannya, kawasan savana atau bukit teletabis dan di belakang gunung batok. Pemetaan ini bertujuan mempermudah petugas untuk mengawasinya. Sehingga, dapat diminimalisir sedini mungkin. “Kami sudah siagakan petugas di kawasan akasia. Di sana mereka bertugas memantau dua titik itu tadi dan titik lain yang kemungkinan bisa terbakar,” ujarnya.

Sarmin mengaku, pihaknya akan terus melakukan patroli sampai kemarau berakhir. Patroli ini juga bertujuan minimalisir kebakaran. “Sampai pengunjung kemarau nanti habis, kami akan lakukan patroli di kawasan savana. Apalagi, bulan ini menjadi puncak kemarau,” ujarnya.

Ia berharap kejadian pada 2017 tidak terulang. Karenanya, pihanya telah melakukan berbagai upaya utnuk mencegahnya. Pada 2017, memasuki puncak kemarau, kawasan sekitar 74 hektare savana Gunung Bromo hangus terbakar. Kebakaran melanda selama tiga hari.

Salah satu indikasi penyebabnya, adanya oknum yang sengaja membakar kawasan savana. Namun, ada juga yang menyebut kebakaran itu terjadi sebagai siklus alam. Rumput yang telah menguning biar bisa tumbuh lagi menjadi hijau.

Sarmin mengaku, juga telah menyiapkan kendaraan dobel kabin. Kendaraan ini disiagakan untuk mengangkut personel dan air untuk pemadaman api berskala kecil. “Kami sudah berkoordinasi dengan seluruh daerah kawasan Gunung Bromo. Mulai Malang, Pasuruan, Probolinggo, dan Lumajang. Tujuannya, sama untuk mencegah kebakaran,” ujarnya. (sid/rud/mie)