Begini Keseruan Gelar Kirap Tumpeng-Budaya di Desa Oro-oro Ombo Wetan

REMBANG – Banyak cara dilakukan warga untuk mensyukuri nikmat Tuhan. Sabtu (4/8), warga Desa Oro-Oro Ombo Wetan, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, mengadakan selamatan desa atau tegal desa. Kegiatan ini berlangsung 3 hari dan Sabtu merupakan acara puncak.

Karenanya, pada puncak acara digelar kirab tumpeng dan kirab budaya. Sekitar pukul 13.00 WIB, warga Desa Oro-oro Ombo Wetan dan sekitarnya sudah tumplek blek di jalan. Mereka hendak menonton pawai yang menyusuri jalan sepanjang sekitar 3 kilometer dari Dusun Krajan menuju Balai Desa Oro-Oro Ombo Wetan.

Selain kirab budaya, warga juga membawa tumpeng hasil alam. Sedangkan, peserta pawai memakai baju adat dan membuat kreasi, seperti patung sakera, naga, ikan raksasa, dan sebagainya.

Kades Oro-Oro Ombo Wetan Edi Sukwantoro mengatakan, Sabtu merupakan puncak dari selamatan desa yang ditutup dengan ludruk. “Kegiatan selamatan desa ini rutin sepanjang tahun. Untuk pawai ada sekitar 1.000 peserta dari 7 dusun,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan ini dilakukan 3 hari sejak Kamis lalu. Dimulai dengan tasyakuran dan doa bersama serta tumpengan oleh warga desa. Sedangkan, Jumat ada orkes melayu dan dangdut. Selamatan desa dengan pawai dan malamnya ditutup dengan ludruk sampai pagi.

Menurutnya, kegiatan selamatan desa ini untuk mengungapkan syukur kepada Tuhan, karana hasil bumi yang melimpah. Serta, berharap tidak ada gangguan, baik di perkebunan dan pertanian. Termasuk, produk unggulan desa, berupa mangga alpukat klonal 21. “Semoga desa bisa makin makmur, maju dan juga aman,” ujarnya. (eka/fun)