Peserta PAUD Award Diberi Waktu 2 Jam untuk Menggambar

KADEMANGAN – Tahapan presentasi PAUD Award 2018 Kota Probolinggo, memasuki hari kedua, Rabu (1/8). Pada hari kedua ini, 16 peserta dari kelompok Taman Kanak-Kanak (TK), mempresentasikan karyanya di hadapan tim juri.

Sama dengan hari sebelumnya, presentasi digelar di kantor Jawa Pos Radar Bromo di Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan. Selama prensentasi, tiap peserta mendapat kesempatan 5 menit untuk bercerita sambil menampilkan cerita bergambar yang telah dibuatnya.

Selanjutnya, semua peserta diminta menggambar salah satu dari halaman karyanya. Untuk menentukan halaman mana yang harus digambar, panitia membuat undian. Isinya, angka 1 sampai 12, sesuai dengan jumlah halaman milik semua peserta. Selanjutnya, halaman yang digambar, disesuaikan dengan hasil undian.

Mereka diberi kesempatan menggambar selama 2 jam. Sebelum menggambar itu, mereka diberi kesempatan untuk melihat lagi karya yang dibuat dan digambar.

Selama tahap menggambar itu, tim juri pun kembali mengingatkan peserta untuk tidak memotret gambarnya dengan HP. Peserta juga dilarang membawa HP.

Seperti disampaikan Achmad Syaifudin Abdillah, salah satu juri. Menurutnya, tingkat keaslian atau orisinilitas karya sangat penting. Karena itu, peserta tidak boleh memotret gambar dengan HP. Karena dikhawatirkan, peserta meniru di HP.

“Ponsel dijauhkan ketika proses menggambar. Jangan sampai gambar difoto dengan ponsel. Lalu, ketika menggambar melihat foto,” ujarnya.

Tak kalah menariknya, bagi peserta yang sudah presentasi pada Selasa (31/7), bisa menyaksikan videonya di media online Radar Bromo. Video itu bisa mulai dilihat hari ini (2/8)

“Nantinya akan ada seperti barcode. Dengan barcode itu, maka peserta bisa melihat videonya saat presentasi,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Disdikpora Kota Probolinggo Moch Maskur diwakili Slamet Hariyanto, kabid PAUD, Pendidikan Masyarakat, dan Inklusif mengungkapkan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas guru dalam menciptakan media pembelajaran.

“Sehingga, guru-guru mempunyai inovasi baru tentang cara mempengaruhi anak didik. Sehingga, anak didik mudah memahami dan termotivasi, terlebih pada anak PAUD,” ujarnya. Guru tidak akan kewalahan, jika menguasai ilmu jiwa anak, ilmu perkembangan anak, dan keterampilan dalam PAUD Award. (rpd/hn/mie)