Terburu Berangkat Kerja, Pemotor asal Tongas Patah Kaki usai Tabrakan di Nguling

DIRAWAT: Samsul Arifin ketika berada di Puskesmas Nguling usai kecelakaan, Selasa (31/7) siang (foto atas). Dua motor milik korban yang terlibat kecelakaan di Nguling. (Unit Laka Satlantas Polresta Pasuruan for Jawa Pos Radar Bromo)

NGULING – Agenda Nur Muhammad, 18 dan ibunya Tumi, 38, warga Desa Dandanggendis, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan untuk berbelanja ke Pasar Nguling urung terlaksana. Itu setelah keduanya mengalami kecelakaan di Jalan Raya Nguling, Selasa siang (31/7).

Informasinya, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 11.00. Siang itu, keduanya berangkat dari rumah mereka dengan menggunakan motor Honda Supra warna hitam nopol N 6527 XC dari barat ke timur dengan kecepatan sedang.

Setibanya di Jalan Raya Sedarum depan Warung Ayam Goreng Wong Solo, tiba-tiba dari arah sebaliknya datanglah motor Honda Vario nopol W 3640 UH yang dikemudikan oleh M. Samsul Arifin, warga Desa Sumendi, Kecamatan Tongas, Kabupaten Pasuruan. Tabrakan pun tidak terhindarkan.

Ketiganya lantas terpental ke sisi utara jalan. Mereka pun langsung dibawa ke Puskesmas Nguling. Akibatnya, Samsul mengalami luka patah kaki kiri dan robek pada pelipis mata kiri, Nur Muhammad mengalami luka lecet di kaki kiri dan memar pipi kanan, sementara Tumi mengalami robek pada bibir atas.

“Barang bukti berupa motor Honda Vario dan Honda Supra langsung diamankan ke Pos Sedarum untuk penyidikan lebih lanjut,” kata Kanitlaka Satlantas Polresta Pasuruan, Ipda Heri Purnomo.

Heri menjelaskan pihaknya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan dari saksi dan korban. Dan diketahui, jika Samsul sempat menyalip Avanza dari kanan sebelum menabrak Nur Muhammad dan ibunya.

“Laka diduga karena Samsul kurang memperhatikan arus lalu lintas di depannya. Ia mengaku terburu buru untuk kembali ke tempatnya bekerja di Porong usai mengantarkan uang ke rumahnya,” jelasnya. (riz/fun)