Lupa Matikan Tungku, Dapur Nenek di Mangunharjo Dilalap Api

PROBOLINGGO – Warga Jalan Patimura, RT 4/RW 7, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Selasa pagi (31/7) dikejutkan dengan munculnya kepulan asap hitam. Kepulan Asap hitam itu berasal dari dapur rumah Sutinah, 80, warga setempat.

Sutilah, 50 anak Sutinah mengatakan, selama ini ibunya tinggal sendirian. Sebab, tiga anaknya sudah berkeluarga. Meski sendirian, namun rumah anaknya tepat berada di belakang rumahnya. Sehingga meski Sutinah tinggal sendirian, namun untuk urusan makan dan lainnya disiapkan oleh Sutilah.

Nah, pagi itu, Sutinah menanak nasi tanpa sepengetahuan anaknya. Sang nenek menanak nasi di dapur rumah dengan menggunakan tungku.

Usai memasak, Sutinah beraktivitas lainnya seperti menyapu dan bersih-bersih rumah. Saat itulah, Sutinah lupa bahwa ia belum mematikan tumang usai memasak nasi itu.

Akibatnya fatal. Percikan api dari kayu yang digunakan untuk bahan bakar tumang menjalar kemana-mana. Api diketahui menyala sekitar pukul 06.30. “Ibu saya ini lupa jika ia menanak nasi. Dia tinggal nyapu. Akhirnya dapurnya terbakar,” terang Sutilah anak tertua Sutinah.

Selanjutnya dibantu warga sekitar, api dipadamkan dengan alat seadanya, sambil menunggu petugas pemadam kebakaran datang. Tak lama setelah itu, dua unit damkar tiba di lokasi. Kurang dari satu jam. Api bisa dijinakkan.

Kasi Damkar di Satpol PP Kota Probolinggo Puspito mengatakan, api langsung bisa dijinakkan. Mengingat lokasinya yang tak terlalu sulit untuk dijangkau. “Api besar, karena ada kasur yang ikut terbakar di lantai dua. Nah kasur ini sedikit menjadi penghambat. Lantaran posisinya ada di lantai dua,” jelasnya. (rpd/mie)


AMUK SI JAGO MERAH: Petugas damkar saat menjinakkan api di dapur rumah Sutinah, Selasa pagi. (Rizky Putra Dinasti/Jawa Pos Radar Bromo)