Ogah Berbagi Kamar Indekos yang Sempit dengan Adik Ipar

NIATAN Tole, 33, dan Minthul, 28 (nama samaran), untuk mandiri ternyata tak sesuai dengan realita. Pasalnya, adik Tole malah ikut tinggal di indekos yang disewa mereka. Tentu saja, pasangan suami-istri (pasutri) ini harus berbagi banyak hal. Mulai tempat tidur sampai makanan.

Padahal, inisiatif untuk indekos itu karena mereka tak ingin tinggal di rumah orang tua Tole. Selain itu, pilihan untuk indekos di kota itu dilakukan karena Tole diterima kerja di Surabaya. Hanya saja, kehidupan pasutri asal Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, ini harus berantakan gara-gara adik Tole.

Minthul mengatakan, ia tak sreg melihat adik iparnya tinggal bersamanya bukan karena pelit. Pasalnya, indekos yang mereka sewa tak besar. Hanya kamar berukuran 3×2 meter.

Apalagi, kehidupan ekonomi mereka serba terbatas dan pas-pasan. Sementara, adik iparnya numpang di indekos itu selama 4 bulan.

“Tapi, setelah adik perempuannya ikut tinggal di indekos, kehidupan rumah tangga kami gak harmonis. Gimana tak ribut, karena ada orang ketiga di kamar,” jelasnya.

Pernikahan mereka sendiri sejatinya memang baru berjalan 3 tahun. Namun, selama ini ekonomi memang kerap menjadi masalah dalam pernikahan mereka. Tole memang menjadi satu-satunya tulang punggung. Pekerjaan Tole sendiri adalah buruh pabrik. Sedangkan Minthul tidak bekerja dan menjadi ibu rumah tangga saja.

Sebelumnya, Tole memang bekerja di Pasuruan saja. Setelah menikah, Minthul diboyong ikut tinggal bersama keluarga Tole. Nah, saat tinggal bareng mertua, banyak masalah yang terjadi. Minthul menilai mertuanya terlalu cerewet. “Dulu dua tahun gak kerasan, sampai sering nangis di rumah mertua. Karena itu, saya ngotot pengen pindah entah ngontrak atau indekos saja,” jelasnya.

Pernikahan mereka pun makin sulit saat Tole terkena PHK. Hal ini jelas membuat rumah tangga mereka kesulitan. Akhirnya, sementara waktu Tole memang menganggur dan mencari kerja di sana-sini. Kebetulan Tole akhirnya diterima kerja di Surabaya. Minthul merasa saat itu menjadi waktu yang tepat untuk pindah.

Sampai beberapa bulan indekos, mendadak adik kandung Tole yang baru lulus SMA ternyata milih ikut ke Surabaya. Adik perempuannya itu beralasan ingin mencari kerja daripada di rumah terus.

Awalnya, Minthul menerima saja karena menganggap bakal segera mendapatkan kerja dan bisa segera mandiri juga. Tapi, ternyata di luar dugaan, sampai setengah tahun tinggal bareng bertiga dalam satu kamar indekos yang sempit, pekerjaan tak kunjung didapat.

“Saya bukannya gak suka membantu adik Tole, tapi dia juga sering bikin ribut yang membuat hubungan saya dan Tole jadi bertengkar juga,” jelasnya. Tak tahan dengan kondisi tersebut, Minthul memilih minggat. Apalagi, Tole tidak ada iktikad baik untuk menyelesaikan persoalan tersebut. “Karena diam-diaman sampai setengah tahun dan gak juga ada nafkah, ya sudah saya pilih ngurus cerai saja,” jelasnya. (eka/rf/mie)


Gambar: Ilustrasi (Achmad Syaifudin/Jawa Pos Radar Bromo)