Duh, Banyak PJU Mati di Probolinggo karena Aki Solar Cell Dicuri

PAITON – Penerangan jalan umum (PJU) yang menggunakan solar cell di jalan raya nasional Probolinggo banyak yang mati. Penyebabnya, karena aki PJU solar cell banyak yang hilang dicuri.

Padahal, aki itu fungsinya sangat penting untuk PJU. Yaitu, sebagai penyimpan daya listrik dari sinar matahari yang membuat PJU menyala.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, titik PJU solar cell yang banyak mati itu ada di jalan raya Paiton dan Tongas. Akibatnya, jalan raya Paiton dan Tongas banyak yang gelap.

Kondisi ini mulai dikeluhkan pengguna jalan. Seperti yang disampaikan Muhammad Rasuk, 48, sopir bus yang biasa melintas di jalan raya nasional Tongas dan Paiton. Menurutnya, banyak PJU yang mati di jalan raya nasional di Kabupaten Probolinggo. Padahal, ada tiang PJU yang terpasang. Namun, lampunya tidak hidup.

”Lampu penerangan jalan yang tidak pakai kabel listrik itu (PJU solar cell), banyak mati. Apa karena rusak atau lampunya mati, tidak tahu. Tapi, harusnya itu segera diperbaiki,” kata sopir asal Kota Probolinggo itu.

Kepala Dinas Perhubugan (Dishub) Kabupaten Probolinggo Doddy Baskoro saat dikonfirmasi tidak menampik banyaknya PJU yang mati, terutama PJU solar cell. Namun, PJU solar cell itu berada di jalan raya nasional dan merupakan program dari Pemprov Jatim dan pemerintah pusat.

Penyebab matinya PJU solar cell, menurut Doddy, bukan karena lampunya mati atau solar cell-nya rusak. Tetapi, karena aki penyimpan tenaga listrik dari sumber sinar matahari banyak yang hilang. Padahal, lampu PJU itu mengandalkan aki yang terisi listrik dari panas matahari.

”Iya, PJU solar cell di jalan raya nasional banyak mati. Itu, karena aki solar cell banyak yang hilang. Saya juga terkejut dan menyayangkan banyaknya aki yang hilang,” katanya.

Doddy tidak bisa merinci, berapat tepatnya aki yang hilang. Hanya menurutnya, PJU solar cell di Paiton dan Tongas ada 100 unit. Dan sebagian di antaranya mati karena akinya dicuri.

Sayangnya, diakui Doddy, pihaknya tidak memiliki wewenang untuk melakukan perbaikan. Sebab, wilayah itu merupakan jalan nasional dan masuk wewenang Pemprov Jatim atau pemerintah pusat.

Jika harus diperbaiki, butuh anggaran besar. Untuk pemasangan satu unit PJU solar cell, anggarannya sekitar Rp 150 juta.

”Nanti kami akan koordinasikan dengan Pemprov Jatim, supaya ada penanganan terharap PJU solar cell yang akinya banyak hilang,” terangnya. (mas/hn/mie)


BANYAK YANG MATI: Kondisi PJU di ruas jalur Kabupaten Probolinggo. (Dokumen Jawa Pos Radar Bromo)