Dewan Belum Puas dengan Kinerja Pemkot Probolinggo, Ini Penyebabnya

MAYANGAN – Kinerja Pemkot Probolinggo selama tahun 2017 belum memuaskan DPRD setempat. Banggar menilai, pemkot baru memenuhi 57 persen dari 224 indikator kinerja pemerintahan.

Hal ini diungkap Banggar, Jumat (27/7), dalam rapat paripurna membahas Laporan Pertanggungjawaban APBD 2017 Pemkot Probolinggo dengan agenda saran dan usulan banggar. Wakil Ketua DPRD Roy Amran menyampaikan, dari 224 indikator kinerja pembangunan, yang melampaui target baru 127 indikator atau tingkat ketercapaian 57 persen.

Sedangkan sebanyak 97 indikator tidak mencapai target. Penilaian ini berdasarkan olahan data dokumen LKPj pada Bab IV.

Berdasarkan masukan dari Banggar, Pemkot Probolinggo menurut Roy, berhasil meningkatkan aspek daya saing daerah dengan prestasi sedang. Jumlahnya 77 persen dari indikator pencapaian atau melampaui target.

“Akan tetapi belum berhasil meningkatkan aspek kesejahteraan masyarakat dan pelayanan umum. Artinya, memang ada kemajuan, akan tetapi kemajuan atau peningkatannya belum cukup progresif,” ujarnya.

Karena itu, Banggar menyarankan agar pemkot lebih meningkatkan kinerja pada aspek kesejahteraan masyarakat dan pelayanan umum. Ketua DPRD Kota Probolinggo Agus Rudianto Ghaffur lantas mencontohkan pelayanan umum yang perlu mendapat perhatian pemkot.

“Seperti sampah yang meluber di TPS-TPS. Itu perlu ditindaklanjuti. TPS-TPS yang ada di dekat jalan lebih baik dipindah, karena tidak elok dipandang,” ujarnya.

Politisi PDIP ini bahkan mengaku kerap menerima keluhan tentang sampah yang meluber. Sehingga, mengganggu masyarakat.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Wali Kota Probolinggo Rukmini memastikan akan menindaklanjuti saran dan masukan banggar tersebut. “Kami akan sikapi dan tindak lanjuti masukan dari Banggar,” ujarnya singkat. (put/hn/mie)


JADI SOROTAN: Sampah meluber di TPS Kota Probolinggo, beberapa waktu lalu. (Dokumen Jawa Pos Radar Bromo)