Berkas Kasus Pungli Kades Sokaan Masih Tunggu P-21

KRAKSAAN – Proses penyidikan kasus dugaan pungutan liar (pungli) dalam program PTSL (pendaftaran tanah sistematis lengkap) di Desa Sokaan, Kecamatan Krejengan, belum juga tuntas. Saat ini, JPU Kejari Kabupaten Probolinggo tengah meneliti dan mempelajari berkas tersangkanya. Yaitu, Kades Sokaan Sholehuddin.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo, AKP Riyanto mengatakan, kasus dugaan pungli dengan tersangka Kades Sokaan itu, masih dalam proses pelimpahan. Pekan kemarin, pihaknya sudah melimpahkan lagi berkas tersangka Sholehuddin ke Kejari Kabupaten Probolinggo.

”Berkas sudah kami limpahkan kembali ke Kejari. Sekarang, kami masih menunggu P-21 dari jaksa penuntut umum,” katanya.

Riyanto menjelaskan, Kades Sokaan ditetapkan sebagai tersangka kasus pengurusan PTSL. Dalam pengurusan PTSL, pemohon (warga) ditarik biaya Rp 1.250.000 sampai Rp 3 juta. Padahal, proses pengurusan PTSL harus ditentukan dalam musyawarah desa (musdes) dan nilainya sewajarnya.

”Dalam berkas itu, kami jerat tersangka dengan pasal 368 KUHP tentang pemerasan. Ancaman hukumannya sekitar 7 tahun penjara,” tegasnya.

Sementara itu, Kasi Pidum Kejari Kabupaten Probolinggo Ardian Junaedi mengaku, telah menerima pelimpahan berkas dari penyidik untuk dugaan pemerasan Kades Sokaan. Menurutnya, pihaknya akan meneliti kembali berkas itu.

“Berkas kami teliti lagi. Jika petunjuk sudah dilengkapi, akan kami segera tetapkan P-21 atau berkas lengkap. Baru kemudian tinggal pelimpahan tahap dua,” terangnya. (mas/hn/mie)


TERUS DIPROSES: Kades Sokaan Sholehuddin saat diperiksa penyidik, beberapa waktu lalu. (Dokumen Jawa Pos Radar Bromo)