Ada 302 Nelayan di Pasuruan Daftar Asuransi Mandiri

BANGIL – Jumlah nelayan di Kabupaten Pasuruan yang mendaftarkan asuransi terus bertambah. Sampai pertengahan Juli lalu, tercatat sudah ada 302 nelayan yang mendaftar asuransi nelayan mandiri.

Slamet Nurhandoyo, kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan melalui Alamsyah Supriadi, kepala Bidang Kenelayanan mengatakan bahwa kendati tidak ada lagi asuransi nelayan gratis. Namun, Dinas Perikanan tetap menyosialiasikan agar nelayan tetap memilik asuransi. Ini, lantaran pekerjaan nelayan adalah pekerjaan yang berisiko tinggi.

“Kendati harus membayar premi, pendaftar terus bertambah. Sampai pertengahan Juli kemarin sudah ada 302 nelayan yang mendaftar,” ujarnya.

Dari jumlah tersebut, pendaftar yang sudah mendaftar dari Januari sampai April, sudah mendapatkan kartu asuransi nelayan. Sisanya masih diuruskan dan kemungkinan akan mendapatkan kartu asuransi dalam waktu dekat.

Untuk mengurus, nelayan tinggal mendaftarkan ke Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan dengan syarat memiliki kartu nelayan dan usia di bawah 65 tahun. Selain itu, nelayan juga memilih premi sesuai kemampuan. Yaitu, ada yang mengajukan Rp 75 ribu, Rp 100 ribu, sampai Rp 175 ribu per tahun. Terkait iuran ini, nantinya juga berpengaruh terhadap klaim yang akan diterima oleh nelayan.

Dari pendaftar mayoritas hingga 80 persen memang nelayan yang sebelumnya sudah pernah mendapatkan kuota asuransi gratis dari KKP. Diharapkan dari jumlah sementara ini, nelayan bisa mendaftar asuransi nelayan. Dinas Perikanan sendiri terus membuka pendaftaran sepanjang tahun ini. (eka/fun)

 

BERISIKO: Nelayan di Desa Gerongan, Kecamatan Kraton, memarkirkan perahunya. Kian banyak nelayan di Kabupaten Pasuruan yang ikut asuransi. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)