Kamis, 22 Nov 2018
radarbromo
icon featured
Bangil

Kios Pasar Bangil Kembali Dilalap Api

Rabu, 31 Oct 2018 11:59 | editor : Muhammad Fahmi

PASANG POLICE LINE: Police line dipasang di kios yang dilalap api di Pasar Bangil, Selasa dinihari (30/10).

PASANG POLICE LINE: Police line dipasang di kios yang dilalap api di Pasar Bangil, Selasa dinihari (30/10). (Mokhammad Zubaidillah/ Radar Bromo)

BANGIL–Untuk kedua kalinya dalam kurun waktu empat tahun terakhir, Pasar Bangil kembali dilanda kebakaran. Setelah pernah terjadi pada September 2014, api kembali melalap bangunan kios, Selasa dini hari (30/10).

Kebakaran itu spontan membuat suasana Pasar Bangil mendadak gaduh. Menyusul kebakaran yang melanda kawasan setempat. Empat kios yang ada di Pasar Bangil hangus terbakar. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. 

Insiden kebakaran itu, berlangsung sekitar pukul 03.15. Ketika itu, aktivitas pedagang di Pasar Bangil sisi belakang, Kelurahan Kiduldalem, Kecamatan Bangil, sedang tenang. Sejumlah pedagang yang menetap di kiosnya, tengah beristirahat. 

Hingga kobaran api menyala-nyala di salah satu kios pasar setempat. Kepanikan pun muncul, hingga mengundang warga berdatangan. Mereka bahu membahu untuk menjinakkan si jago merah. 

“Kami sedang istirahat. Saat terbangun, saya melihat api sudah menyala-nyala. Saya panik, dan berteriak meminta pertolongan,” ujar Nur Hasan, salah satu pedagang di Pasar Bangil. 

Menurut Nur Hasan, warga yang berdatangan berusaha untuk menjinakkan api. Mereka menggunakan alat seadanya. Seperti timba untuk menyiramkan air ke kobaran api. 

Upaya itu benar-benar tak mudah. Api yang menyala besar, kian merembet ke kios-kios yang lain. Dimulai dari salah satu kios, hingga merembet ke kios yang lainnya. Tak kurang ada empat kios di pasar setempat yang hangus terbakar. 

Kapolsek Bangil Kompol Iskhak mengungkapkan, belum bisa memastikan penyebab kebakaran tersebut. Apakah berasal dari korsleting listrik atau ada kegiatan bakar-bakar sampah yang akhirnya menyulut pada kobaran api. 

“Berdasarkan keterangan saksi yang kami dapatkan, mereka melihat api ketika sudah membesar. Sejauh ini, penyebabnya masih dalam penyelidikan,” ungkap dia. 

Ia menjelaskan, kebakaran itu bermula dari kios milik Niwati. Kios tersebut menyala-nyala pada bagian belakangnya. Selanjutnya, merembet ke kios yang ditempati Kusmiati Yumaro, Yusuf Bagus, serta Imamah. 

Kebakaran itu sulit dijinakkan lantaran barang yang diperjualbelikan memang mudah terbakar. Hingga sekitar satu jam kemudian. Api bisa benar-benar dijinakkan setelah mobil PMK datang untuk mengamankan situasi. “Ada yang jualan pakaian. Sehingga, memudahkan api untuk tetap menyala,” sambungnya. 

Kepala Pasar Bangil Zainul menguraikan, kebakaran tersebut memicu kerugian yang tak sedikit. Ditaksir kerugian mencapai lebih dari Rp 400 juta. Kerusakan tersebut, belum bisa dibenahi segera. Pasalnya, masih akan diajukan untuk penganggarannya ke Pemkab. 

“Kalau masyarakat misalnya mau swadaya untuk memperbaikinya, kami sangat mempersilakan. Tapi, perlu ada tahapan-tahapan terlebih dahulu. Kami juga masih akan ajukan pembenahannya ke dinas,” ungkapnya. (one/fun)

(br/one/mie/mie/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia