Kamis, 22 Nov 2018
radarbromo
icon featured
Probolinggo

Enam Bulan, Ada 344 Kasus Cerai, Didominasi Masalah Ekonomi

Minggu, 29 Jul 2018 13:00 | editor : Muhammad Fahmi

kasus perceraian

Ilustrasi (Dok. JawaPos.Com)

KADEMANGAN - Jumlah perkara perceraian yang masuk Pengadilan Agama (PA) Probolinggo sejauh ini cukup banyak. Mulai Januari-Juli, 115 perkara cerai talak dan 229 perkara cerai gugat. Perceraian ini terjadi didominasi karena faktor perekonomian.

Wakil Panitra PA Probolinggo Siti Nurul Qomariyah mengatakan, perkara perceraian yang ditangani ada dua. Cerai talak dan cerai gugat. “Kalau cerai talak, si pria disebut pemohon dan perempuannya disebut termohon. Sedangkan, cerai gugat, si perempuan disebut penggugat dan yang laki-laki disebut tergugat,” ujarnya.

Menurutnya, sejak Januari hingga Juli tahun ini jumlah cerai talak 115 perkara. Sedangkan, cerai gugat ada 229 perkara. “Kebanyakan yang mengajukan cerai dari pihak perempuan. Alasannya, tidak diberi nafkan lagi oleh suaminya,” ujarnya.

Dari ratusan perkara itu, ada satu perceraian yang karena salah satunya murtad. Sedangkan, karena masalah ekonomi ada 84 perkara dan 225 perkara karena kasus terus menerus. “Dimaksud kasus terus menerus ini, artinya bertengkar terus-terusan. Bahkan, sampai ada pemukulan, selingkuh, dan sebagainya,” ujarnya.

Selain masalah perceraian, PA juga menangani kasus poligami. Biasanya dalam setahun, ada satu kasus poligami. “Tahun ini belum ada. Tapi, tahun-tahun sebelumnya kasus itu (poligami) biasanya hanya satu saja,” ujarnya.

(br/rpd/mie/mie/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia