Kamis, 22 Nov 2018
radarbromo
icon featured
Pasuruan

Tiga Pasar di Kota Pasuruan Batal Direhab pada 2018, Ini Penyebabnya

Minggu, 29 Jul 2018 10:30 | editor : Muhammad Fahmi

pasar poncol pasuruan

DITUNDA: Rencana Pemkot Pasuruan untuk merevitalisasi Pasar Poncol batal dilakukan tahun ini. Hal ini terjadi karena proyek revitalisasi itu gagal lelang. (Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo)

PANGGUNGREJO - Keinginan pedagang agar sejumlah pasar dilakukan rehabilitasi tahun ini gagal terlaksana. Pasalnya, rencana Pemkot Pasuruan untuk merenovasi tiga pasar tradisional yang ada urung dilakukan. Pasalnya, proyek rehab ketiga pasar ini dinyatakan gagal lelang.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan Muallif Arif mengungkapkan, pemkot mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 5 miliar melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag). Rencanannya, DAK ini akan digunakan untuk merenovasi 4 pasar dan pembangunan UPT Kemetrologian.

Keempat pasar ini meliputi Pasar Poncol, Pasar Kebonagung, Pasar Karangketug, serta Pasar Bukir. Semua pasar kecuali Pasar Bukir diipastikan tidak direnovasi tahun ini. Sebab, tahap lelang untuk ketiganya dinyatakan gagal.

“Pasar Poncol, Pasar Kebonagung, dan Pasar Karangketug sudah kami lakukan lelang. Cuma, tidak ada yang dinyatakan lolos. Jadi gagal, sehingga tidak jadi direhab tahun ini,” katanya.

Ia menyebut, Pasar Bukir dan UPT Kemetrologian masih dilakukan tahap lelang. Pihaknya pun masih melakukan penyampaian grand design pada tim aset dan Wali Kota Setiyono. Untuk itu, pemkot masih memiliki waktu sampai akhir Agustus mendatang.

“Kalau Pasar Bukir dan UPT Kemetrologian masih terus jalan. Kami masih ada waktu untuk mencairkannya sampai bulan depan,” terang pria yang akrab disapa Ayik itu.

(br/mie/riz/mie/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia