Kamis, 22 Nov 2018
radarbromo
icon-featured
Pasuruan

BPJS: Pasien Fisioterapi Dirujuk ke RSUD Bangil

Sabtu, 28 Jul 2018 08:30 | editor : Fandi Armanto

rsud, bangil, rumah sakit

HARUS KE BANGIL: RSUD Bangil yang berada di Raci. Di rumah sakit inilah, pasien dari peserta BPJS Kesehatan di RSUD dr R Soedarsono bisa melakukan fisioterapi. (Dok. Radar Bromo)

PASURUAN - Layanan fisioterapi di RSUD R. Soedarsono untuk pasien BPJS Kesehatan memang belum bisa dilakukan. Karena itu, pasien BPJS Kesehatan yang butuh pelayanan fisioterapi, akan dialihkan ke rumah sakit terdekat. Dalam hal ini RSUD Bangil.

Kabid Penjaminan Manfaat dan Rujukan BPJS Cabang Pasuruan Shinta Febrina Nasution membenarkan apabila pelayanan fisioterapi untuk peserta BPJS hanya dapat dilayani di RSUD yang telah memiliki dokter bersertifikat SpKFR. Oleh karena itu, pasien peserta BPJS yang berobat ke RSUD dr R Soedarsono harus dirujuk ke RSUD Bangil.

“Karena yang terdekat di wilayah Pasuruan ini hanya di RSUD Bangil, maka jika ada pasien tetap diterima. Namun, pelayanannya dirujuk ke RSUD terdekat yang memiliki dokter SpKFR,” katanya.

Shinta –sapaan akrabnya – menyebut, seluruh rumah sakit daerah diwajibkan memiliki tenaga medis bersertifikat SpKFR pada 21 Desember mendatang. Dalam beberapa bulan ke depan, RSUD masih dapat melayani pasien peserta BPJS, asalkan memenuhi tiga persyaratan.

Tiga persyaratan itu di antaranya, memiliki dokter spesialis yang ditunjuk sebagai dokter penanggung jawab, adanya rekomendasi dari Perhimpunan Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik (Perdosri), dan adanya supervisi yang dilakukan oleh dokter SpKFR.

“Selama RSUD masih mempersiapkan prosesnya, maka diperbolehkan membuka layanan fisioterapi untuk peserta BPJS meski tidak ada SpKFR. Proses klaimnya masih dapat dilakukan seperti biasa,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD dr R Soedarsono dr Hendra Romadon mengatakan, pihaknya tetap melayani pasien fisioterapi dari jalur umum. Untuk itu, pihaknya telah menunjuk dokter spesialis syaraf sebagai dokter penanggung jawab selama pelayanan fisioterapi dilakukan.

“Sementara ini, kami masih membuka layanan fisioterapi hanya untuk pasien umum. Karena ketentuan dari BPJS memang harus menunggu rekomendasi dari Perdosri dengan adanya dokter SpKFR yang ditunjuk,” ungkapnya.

Hendra menjelaskan, pihaknya telah melayangkan surat permohonan kepada Perdosri untuk dapat merekomendasikan dokter rehab medik. Surat tersebut telah dikirimkan per tanggal 25 Juli lalu dan telah mendapatkan surat balasan.

“Kami sudah menerima surat balasan dari Perdosri. Dalam surat tersebut, Perdosri akan merekomendasikan dokter SpKFR sebagai fisioterapis di RSUD,” tambah Hendra.

Lebih lanjut, ia berharap bahwa proses rekomendasi itu akan dapat segera selesai. Sehingga, pelayanan fisioterapi di RSUD dr R Soedarsono dapat kembali berjalan. Terutama, untuk dapat melayani pasien peserta BPJS Kesehatan.

“Jadi, apabila ada pasien fisioterapi yang juga pemegang kartu BPJS, tetap kami terima. Namun, sementara ini mereka akan dirujuk ke RSUD terdekat yang telah memiliki dokter rehab medik,” tegasnya.

Diketahui sebelumnya, BPJS Kesehatan mulai memberlakukan sejumlah aturan barunya dalam program jaminan kesehatan. Yakni, pelayanan katarak, persalinan bayi lahir sehat, dan rehabilitasi medik. Salah satu di antara ketiga aturan itu kemudian direspons oleh RSUD dr R Soedarsono Kota Pasuruan.

Pasalnya, hingga saat ini rumah sakit berpelat merah itu belum memiliki dokter spesialis rehab medik. Oleh sebab itu, tanggal 25 Juli lalu RSUD dr R Soedarsono sempat menerbitkan surat pemberitahuan yang menyatakan rumah sakit tersebut tidak dapat melayani pasien fisioterapi dengan jaminan BPJS Kesehatan.

(br/tom/fun/fun/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia