Kamis, 22 Nov 2018
radarbromo
icon-featured
Hukum & Kriminal

Polisi Kesulitan Ungkap Pembunuhan Penjual Nasi di Pasar Sukorejo

Sabtu, 28 Jul 2018 09:00 | editor : Fandi Armanto

pembunuhan, penjual nasi, tewas, dibunuh, sukorejo, pasar, warung nasi

BELUM TERUNGKAP: Jenazah Yahyul ketika di evakuasi dan saat masih di TKP (foto inset). (Dok. Radar Bromo)

SUKOREJO - Empat bulan sudah, Yahyul, 45, tewas dengan dugaan dibunuh. Namun, hingga saat ini petugas kepolisian belum juga berhasil mengungkap pelaku pembunuhan penjual nasi jagung di Pasar Sukorejo itu.

Kanitreskrim Polsek Sukorejo Aiptu Hariyanto menjelaskan, penyelidikan kasus ini terus berjalan. Bahkan, lima orang saksi sudah diperiksa untuk dimintai keterangan. Namun, belum ada titik terang siapa pelaku dugaan pembunuhan atas warga Dusun Glatik, Desa Glagahsari, Kecamatan Sukorejo, itu.

“Penyelidikan tetap jalan hingga saat ini. Namun, pelakunya belum terungkap. Masih misterius,” terangnya.

Kendala utamanya, menurut Hariyanto, yaitu minimnya alat bukti yang ditemukan di lapangan. Bahkan, lima saksi yang telah diperiksa petugas, tak satu pun yang mengetahui secara langsung dugaan pembunuhan tersebut.

“Inilah yang menjadi kendala petugas di lapangan. Sehingga, para pelakunya belum terungkap sampai sekarang. Termasuk motif pembunuhannya apa,” tuturnya.

Saat kejadian pada 23 Maret, korban ditemukan tewas bersimbah darah di warungnya di Pasar Sukorejo. Adalah Majid, 27, menantunya yang mengetahui korban tewas, pukul 16.00.

Saat itu, Majid datang ke warung itu bersama istrinya atau anak korban. Pintu depan warung terbuka sedikit. Keduanya lantas masuk ke dalam warung. Saat itulah, Majid dan istrinya mendapati korban berada di lantai dapur dengan posisi telentang. Korban tewas dengan tubuh bersimbah darah.

Namun, menurut Hariyanto, pihaknya menggali informasi di lapangan untuk mengungkap kasus ini. Baik itu informasi tentang pelakunya, maupun motifnya.

pembunuhan, penjual nasi, tewas, dibunuh, sukorejo, pasar, warung nasi

MINIM SAKSI: Insiden pembunuhan Yahyul saat itu memantik warga di sekitar TKP di pasar Sukorejo, berdatangan. (Dok. Radar Bromo)

(br/zal/fun/fun/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia