Rabu, 14 Nov 2018
radarbromo
icon-featured
Hukum & Kriminal

Diduga Terlibat Pemerasan Kades, Dua Oknum Wartawan Jadi Tersangka

Sabtu, 28 Jul 2018 08:00 | editor : Muhammad Fahmi

diborgol

Ilustrasi (Dok. JawaPos.Com)

KRAKSAAN - Polisi terus mendalami kasus pemerasan pada Kades di Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo. Saat ini jumlah kasus pemerasan terkait Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) itu bertambah.

Setelah sebelumnya menyerat dua anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), kini dua oknum wartawan juga ditetapkan sebagai tersangka.

Penetapan tersangka itu setelah Satreskrim Polres Probolinggo melakukan pengembangan atas kasus tersebut. Kedua tersangka itu berinisial AN dan AG. Keduanya jadi tersangka setelah polisi memiliki dua alat bukti pada pertengahan bulan Juni.

Hal itu disampaikan Kasatreskrim Polres Probolinggo AKP Riyanto. Pria yang akrab disapa Riyanto itu tak menampik penetapan tersangka pada kedua wartawan tersebut. Sayangnya, kedua tersangka mangkir dari panggilan penyidik.

Surat panggilan pertama dilayangkan Senin (23/7), tapi keduanya mangkir dari panggilan penyidik. Jumat (27/7) penyidik kembali melayangkan panggilan kedua untuk pemeriksaan mereka yang dijadwalkan akan dilakukan Selasa (31/7) mendatang.

“Kedua oknum wartawan itu sudah kami tetapkan tersangka. Keduanya sudah kami panggil, tapi tidak hadir. Sampai sekarang belum ada penjelasan dari kedua tersangka kenapa mangkir dari panggilan. Karena itu, kami panggil lagi dia,” kata Riyanto.

Perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya itu mengungkapkan, kedua oknum wartawan itu ditetapkan tersangka dengan dua alat bukti yang cukup. Dalam kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada dua anggota LSM pada 26 April lalu, kedua tersangka diduga kuat mengancam kades.

Modus ancamannya yakni akan memberitakan terkait PTSL jika kades tidak memberikan sejumlah uang.

Bukti mengenai modus itu diketahui setelah penyidik mengorek keterangan dua anggota LSM yang terjaring OTT. “Karena itu, jika panggilan berikutnya tetap mangkir, kami akan terbitkan surat perintah penangkapan dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Karena sudah menghambat proses penyidikan,” tegasnya.

Diketahui sebelumnya, dua oknum LSM ditangkap tim Saber Pungli Polres Probolinggo diduga memeras beberapa kepala desa di Kecamatan Krejengan. Mereka diamankan saat menerima uang sebanyak Rp 6 juta dari perangkat Desa Kamal Kuning di sebuah warung Desa Sumber Katimoho, Kecamatan Krejengan.

(br/mas/mie/mie/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia