Rabu, 14 Nov 2018
radarbromo
icon featured
Pasuruan

Harga Ayam Masih Mahal, Begini Kata Kepala Disperindag

Sabtu, 28 Jul 2018 12:00 | editor : Muhammad Fahmi

harga ayam mahal

ILUSTRASI: Harga daging ayam di Kota Pasuruan terpantau masih sekitar Rp 45 ribu per kilogram. (Dok. Radar Bromo)

PANGGUNGREJO - Aksi mogok penjual ayam potong di Kota Pasuruan akhirnya disudahi, Jumat (27/7). Sejumlah pedagang memutuskan untuk kembali berjualan meski harganya masih tinggi. Yakni, Rp 45 ribu per kilogram.

Salah seorang penjual daging ayam potong asal Kelurahan Tembokrejo, Kecamatan Purworejo, Yuliana mengungkapkan, ia sudah berjualan ayam potong sejak Rabu (25/7) lalu. Setiap kilogramnya dijual dengan harga Rp 45 ribu.

Jika sebelumnya ia mampu menjual sampai 30 kilogram per harinya, saat ini ia hanya mampu menjual 15 sampai 20 kilogram. Sebagai siasat, ayam yang tidak laku ini dijual kembali esoknya.

“Kalau saya tidak berjualan, kasihan langganan saya yang bolak-balik nanya ayam. Memang ada penurunan omzet, sebab harganya masih mahal. Kalau ada kelebihan, saya masukkan ke freezer agar tetap segar,” katanya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan Muallif Arif membenarkan jika pedagang mulai berjualan. Menurutnya, tingginya harga ayam ini tidak terlepas dari kebijakan Menteri Perdagangan yang meminta agar ayam potong tidak diberikan vaksin.

Tujuannya, agar penggemukan ayam lebih natural serta sehat. Hal ini membuat penggemukannya menjadi lebih lama. Akibatnya, terjadi kelangkaan di sejumlah daerah termasuk Kota Pasuruan. Hal itu, menurut Muallif, menyebabkan harga ayam tinggi.

“Saya pastikan stok ayam akhirnya ada. Cuma harganya memang masih tinggi. Saya harap masyarakat lebih bersabar,” ungkap Ayik -sapaan akrabnya-.

(br/riz/mie/mie/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia