Senin, 19 Nov 2018
radarbromo
icon featured
Pasuruan

Puluhan Warga Ini Demo Desak Proyek Offtake Dibatalkan, Kenapa Ya?

Jumat, 27 Jul 2018 14:35 | editor : Fandi Armanto

unjukrasa

BARU SEKARANG: Aksi massa saat berunjukrasa di kantor pemkab, Kamis (27/7). (M Busthomi/Jawa Pos Radar Bromo)

PASURUAN–Puluhan orang melurug kantor Pemkab Pasuruan kemarin (26/7). Mereka menuntut, sejumlah paket lelang proyek pembangunan offtake SPAM Umbulan dibatalkan. Massa mencurigai, lelang proyek yang menelan anggaran milyaran rupiah itu tak sesuai prosedur.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, massa mulai berkerumun di depan kator yang berada di Jalan Hayam Wuruk sekitar pukul 9.40 pagi. Mereka membawa sejumlah poster yang berisi tuntutan. Diantaranya juga berisi tulusan “KPK Tutup Mata. Selain itu, ada pula massa yang membawa poster berisi singgungan terhadap kepala dinas dan kepala BLP Kabupaten Pasuruan.

Koordinator aksi, Ismail Makky mengungkapkan, pihaknya terpaksa membawa massa turun ke jalan lantaran protes pelelangan sejumlah paket proyek tersebut kurang proporsional. Ia menilai, terdapat oknum pejabat yang diduga terlibat dalam kecurangan saat proses lelang.

Setelah puas berorasi, sejumlah perwakilan massa lantas memasuki kantor pemkab untuk berdialog. Sejumlah pejabat yang menemui perwakilan massa tersebut diantaranya yakni Asisten Pemerintahan, Anang Syaiful Wijaya, Kepala Dinas PU Bina Marga Hari Apriliyanto, dan Kepala BLP Kabupaten Pasuruan, Heru Widianto.

Didalam ruangan tersebut, sejumlah perwakilan massa mengungkapkan beberapa tuntutan mereka agar dapat dipenuhi Pemkab Pasuruan. sementara itu, Asisten Pemerintahan, Anang Syaiful Wijaya mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti tuntutan massa tersebut.

“Kami tampung dulu apa yang telah disampaikan oleh perwakilan dari massa yang hadir. Selebihnya akan kami sampaikan ke Plh Bupati untuk dibahas bersama-sama,” tuturnya.

Disisi lain, Kepala BLP Kabupaten Pasuruan, Heru Widiyanto membantah tuduhan massa terkait dengan proses lelang yang dinilai curang. Ia mengaku, pihaknya telah bekerja secara profesional dengan mengacu aturan yang ada. “Proses lelang itu sudah dilakukan sesuai dengan prosedur yang ada,” tandasnya singkat. 

(br/fun/tom/fun/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia