Senin, 19 Nov 2018
radarbromo
icon featured
Bangil

Dewan Soroti Minimnya Anggaran untuk Pendidikan Kejar Paket

Jumat, 27 Jul 2018 14:05 | editor : Fandi Armanto

kejar paket

ILUSTRASI: Pendidikan kejar paket. (Istimewa)

BANGIL-Penerapan kejar paket B dan C menjadi perhatian legislatif. Hal ini seiring anggaran dari pemerintah yang sangat minim.Terutama dalam hal sarana dan prasarana. 

Menurut Nadir Umar, anggota komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan, Pemkab seharusnya lebih memberikan perhatian kepada pembelajaran kejar paket B dan C. Mengingat, mereka yang mengikuti pembelajaran tersebut rata-rata berasal dari kurang mampu.

Kenyataannya, dukungandari Pemkab masih minim. "Terlihat dari saat ujian. Peserta kejar paket ini masih ditarik iuran," terangnya.

Ia berharap, Pemkab bisa menyediakan anggaran untuk pembelajaran kejar paket. Supaya, mereka yang menginkan pendidikan kesetaraan tidak terbebani dengan biaya yang relatif tinggi.

Sekretaris Dispendik Kabupaten Pasuruan, Mustain menguraikan, kegiatan pembelajaran untuk kejar paket dilakukan oleh lembaga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Lembaga ini cenderung didirikan oleh masyarakat. 

Sayangnya rata-rata PKBM tersebut, tidak memiliki sarana penunjang yang memadai. Sehingga tak jarang harus bekerja sama dengan SMP atau SMA yang ada.

"Sudah dua tahun ini, ujian kejar paket berbasis komputer. Sayangnya, kan rata-rata PKBM tidak memiliki sarana penunjang," sambungnya.

Ia mengakui, kalau tahun ini memang tidak menyediakan anggaran untuk operasional PKBM. Namun bukan berarti peluang itu hilang. "Memang belum ada anggarannya. Makanya, kebijakannya bergantung lembaga. Tapi kami coba untuk tahun berikutnya. Barangkali memungkinkan untuk penyediaan anggaran operasional tersebut," pungkasnya.

(br/fun/one/fun/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia