Senin, 19 Nov 2018
radarbromo
icon featured
Probolinggo

120 Jamaah Haji Kota Probolinggo Pakai Gelang Merah

Jumat, 27 Jul 2018 09:40 | editor : Muhammad Fahmi

MENUJU TANAH SUCI: Suasana pemberangkatan CJH asal Kota Probolinggo.

MENUJU TANAH SUCI: Suasana pemberangkatan CJH asal Kota Probolinggo. (Rizky Putra DInasti/ Radar Bromo)

MAYANGAN-Sebanyak 218 jamaah calon haji yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 30 diberangkatkan dari Kota Probolinggo, Kamis (26/7). Dari 218 jamaah itu, 120 jamaah dinyatakan butuh perhatian khusus karena kesehatannya berisiko tinggi (risti).

Ratusan jamaah ini diberangkatkan dari kantor Pemkot Probolinggo menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, sekitar pukul 05.00 WIB. Dengan menggunakan lima bus, mereka dilepas Sekda Kota Probolinggo Bambang Agus Suwignyo.

Pelepasan jamaah ini diiringan salawat Nabi. Tangis haru pecah dari pihak keluarga mengiringi keberangkatan calon tamu Allah ini. Lambaian tangan seakan menjadi simbol pelepasan dari pihak keluarga.

Dalam sambutannya, Agus mengingatkan pada jamaah untuk selalu menjaga kesehatan. Terutama, saat melaksanakan rukun haji. Sebab, cuaca di Arab Saudi tidak sama dengan di tanah air. “Cuaca di sana kalau siang panas dan jika malam dingin. Perubahan suhu ekstrem ini dibutuhkan stamina yang prima,” ujarnya.

Selain Sekda, turut hadir Ketua DPRD Agus Rudiyanto Ghafur, perwakilan dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, dan sejumlah ulama. “Jaga kesehatan fisik dan mental. Jaga citra baik dan doakan negara kita agar terlepas krisis dan bencana. Serta, menjadi negara yang tenteram dan damai di bawah lindungan Allah,” ujar Agus.

Sedangkan, Kepala Seksi Haji dan Umrah Kemenag Kota Probolinggo Muhammad Haris Hikmawan mengatakan, dari 218 jamaah, 120 di antaranya dalam pantauan dan pengawasan tim kesehatan. “Sekitar 120 jamaah yang perlu diawasi. Mereka yang menggunakan gelang merah,” ujarnya. 

Para jamaah ini diperkirakan tiba di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, kemarin pukul 08.00. Di sana mereka akan menginap selama semalam. Jumat sekitar pukul 02.00, mereka akan bertolak ke Madinah.

Salah satu tim medis yang ikut mendampingi ratusan jamaah itu, dr. Asih Aprilya mengatakan, ada tiga jenis gelang yang dipakai jamaah. Gelang merah merupakan gelang jamaah risti. Gelang ini digunakan jamaah yang berusia lebih dari 60 tahun dan memiliki penyakit.

Ada juga gelang hijau yang digunakan jamaah berusia di atas 60 tahun, namun tidak menderita suatu penyakit. Kemudian, gelang kuning digunakan jamaah berusia di bawah 60 tahun dan memiliki penyakit. Seperti, diabet, darah tinggi, dan jantung. “Gelang itu digunakan untuk mempermudah pemantauan. Lebih lagi tim medis hanya ada lima orang,” ujar dokter dari Dinas Kesehatan Kota Probolinggo itu. 

(br/rpd/mie/mie/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia