Rabu, 14 Nov 2018
radarbromo
icon featured
Politik

Bila Resmi Jadi Wali Kota, Habib Hadi Bakal Jarang Pakai Sarung

Jumat, 27 Jul 2018 07:10 | editor : Muhammad Fahmi

MENANGI PILWALI: Habib Hadi Zainal Abidin saat ditetapkan sebagai pemenang Pilwali Probolinggo, Kamis (26/7).

MENANGI PILWALI: Habib Hadi Zainal Abidin saat ditetapkan sebagai pemenang Pilwali Probolinggo, Kamis (26/7). (Ridhowati Saputri/ Radar Bromo)

MAYANGAN-Pasangan Habib Hadi Zainal Abidin-M Soufis Subri resmi menangi Pilwali Probolinggo. Penetapan pasangan dengan akronim Handal Brilian itu dilakukan Kamis siang di Bale Hinggil. 

Handal Brilian yang ditetapkan sebagai pemenang, kompak memakai baju batik. Soal kostum ini, Hadi Zainal Abidin sempat melontarkan candaan.

“Setelah resmi, saya akan lebih jarang pakai sarung. Karena sudah diresmikan. Karena semua orang sudah melihat, wah iki nek habib dadi, sarungan kabeh engko’ (Kalau habib jadi, nanti pakai sarung semua),” katanya. 

Pernyataan itu disambut gelak tawa undangan yang memenuhi ruang penetapan. Hadi juga menyampaikan ucapan terima kasih pada semua pihak yang berperan dalam kondusivitas pelaksanaan pilwali. 

“Kita telah melalui pesta demokrasi yang berjalan aman damai.  Mari kita rajut kembali persatuan demi kota yang kita cintai ini,” imbuhnya. 

Dalam penetapan itu, Ketua DPD Partai NasDem Zulfikwar Imawan juga hadir. Politisi yang juga nyalon dalam pilwali kemarin duduk berdampingan dengan Hadi dan Subri. Selain Zulfikar Imawan, ketua partai yang hadir dalam penetapan kemarin yakni Ketua DPC Partai Gerindra dr. Aminuddin.

Ahmad Hudri, ketua KPU Kota Probolinggo dalam sambutannya mengatakan bahwa pilwali sudah selesai. “Pelaksanaan pilkada di Kota Probolinggo berjalan dengan   kondusif. Hal itu sesuai dengan harapan kita bersama. Kami mengapresiasi setinggi-tingginya pada semua pihak yang terlibat,” ujarnya.

Hal ini dibuktikan dengan tingkat partisipasi warga  Kota Probolinggo yang berhasil melampaui target nasional 77,5 persen. Tingkat kehadiran pemilih pada pilwali mencapai 79 persen. 

“Dengan adanya penetapan wali kota dan wakil wali kota terpilih, tidak ada lagi istilah paslon,” katanya. Rencananya, Hadi dan Subri akan dilantik 14 Maret 2019. 

(br/put/mie/mie/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia