Rabu, 14 Nov 2018
radarbromo
icon featured
Features

Kerajinan Sangkar Burung di Parasrejo yang Serap Banyak Tenaga Kerja

Rabu, 25 Jul 2018 18:15 | editor : Fandi Armanto

pembuatan sangkar burung

KREATIF: As’ari bersama dua karyawannya membuat aksesori sangkar burung. (Erri Kartika/Radar Bromo)

TAK hanya mengandalkan sektor pertanian, warga Desa Parasrejo, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, banyak yang berwirausaha. Salah satunya membuat aksesori sangkar burung yang kini banyak diminati pecinta dan pemelihara burung.

--------------

Lokasi Desa Parasrejo, Kecamatan Pohjentrek, cukup jauh dari Jalan Raya Pohjentrek. Namun, kegiatan perekonomian masyarakat cukup beragam. Selain pertanian yang mendominasi mata pencaharian warga, juga mulai bermunculan usaha-usaha mandiri.

Mulai dari mebel, produk makanan dan minuman, sampai pembuatan aksesori sangkar burung. Kepala Desa Parasrejo yang juga produsen sangkar burung As’ari mengatakan, di desanya mulai banyak usaha kecil menengah (UKM) yang berkembang. Imbasnya, cukup positif terhadap penyerapan tenaga kerja. “Termasuk pembuatan aksesori sangkar burung ini, sampai bisa menyerap hingga 6 karyawan,” ujarnya.

Di rumahnya, dari luar tampak kayu-kayu bertumpuk di halaman depan. Sedangkan, di gudang ada kayu-kayu yang lebih tipis dan sudah dihaluskan. Di pondok kecil tampak dua perempuan berusia matang menghaluskan kayu tipis dengan amplas.

As’ari mengatakan, di tengah banyaknya masyarakat yang mempunyai hobi memelihara burung, bisnis sangkar burung dan aksesorinya juga banyak diburu. Dalam usahanya ini, As’ari memproduksi aksesori sangkar burung mulai dari tempat angkringan burung, tempat pakan, dan tempat minum, sampai tempat bertelur.

Ia mengaku, awalnya ide ini muncul setelah melihat banyaknya kayu bekas limbah pabrik yang kurang termanfaatkan. “Idenya karena saya juga hobi memelihara burung dan merasa aksesori sangkar burung susah didapat. Akhirnya, secara otodidak dan belajar ke teman membuat aksesori sangkar burung, baru saya coba menawarkan ke luar kota,” ujarnya.

Tak disangka, aksesori hasil karyanya cukup laku. Ini, karena bahan bakunya berupa jenis kayu floring yang kuat dan antirayap. Selain itu, garapannya juga halus. Aksesori sangkar burung ini sudah dipasarkan hingga Malang, Jombang, dan Kalimantan.

Selain menjual kepada konsumen langsung, kebanyakan yang mengambil barang dari luar kota dan merupakan distributor. As’ari mengatakan, dengan UKM ini diharapkan juga mendorong makin banyak usaha mandiri di desanya. “Ini, agar tak hanya meningkatkan ekonomi masyarakat, tapi juga mampu menyerap tenaga kerja,” ujarnya.

(br/eka/fun/fun/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia