Kamis, 22 Nov 2018
radarbromo
icon featured
Kraksaan

Duh, 8 Kecamatan di Kabupaten Probolinggo Belum Tersentuh PDAM

Rabu, 25 Jul 2018 13:30 | editor : Fandi Armanto

pdam, perusahaan daerah air minum

ILUSTRASI: Perusahaan Daerah Air Minum (net)

DRINGU - PDAM Kabupaten Probolinggo masih punya pekerjaan berat untuk mengalirkan air ke seluruh wilayah di kabupaten. Pasalnya, hingga saat ini masih ada 8 kecamatan yang belum mendapat fasilitas air dari PDAM.

Dari 8 kecamatan itu yakni, Kecamatan Paiton, Kecamatan Pakuniran, Kecamatan Gending, Kecamatan Lumbang, Kecamatan Krejengan, Kecamatan Kotaanyar, Kecamatan Gading, dan juga Kecamatan Pajarakan.

Gandi Hartoyo, direktur PDAM setempat mengatakan, sejauh ini belum ada penambahan daerah cakupan PDAM. Hal itu dikarenakan kurangnya debit air yang ada di Kabupaten Probolinggo. Sehingga, 8 kecamatan itu sejak lama tidak tersentuh air PDAM.

“Sebenarnya kami membuat program agar cakupan daerah lebih besar. Tetapi, karena debit air yang ada di Kabupaten Probolinggo ini kurang, maka belum kami lakukan,” ujarnya.

Tak hanya itu, dari 16 kecamatan yang sudah tersentuh air, belum merata ke semua desa. “Jadi, masih belum bisa optimal. Untuk itu kami masih terus berusaha bagaimana caranya agar bisa ter-cover. Sehingga, tidak ada daerah yang mengalami kekurangan air bersih,” terangnya.

Masih menurut Gandi, sebagai solusi belum masuknya PDAM di 8 kecamatan tersebut, selama ini sudah berjalan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas). Program ini ternyata bisa memenuhi kebutuhan air warga.

Seperti halnya di Kecamatan Lumbang. Meskipun tidak semuanya teratasi, namun keberadaan Pamsimas sangat membantu. “Jadi, sebenarnya ada yang meng-cover sudah. Jadi, ketika PDAM masih belum bisa mengatasi, ada Pamsimas yang membantu. Jadi, tidak benar-benar kekurangan air bersih,” terangnya.

Sebenarnya, tutur Gandi, jika proyek pipanisasi gravitasi yang dikerjakan oleh Balai Besar Sumber Daya Air (BBSDA) Provinsi Jawa Timur di Kecamatan Tiris sudah bisa dimanfaatkan, maka akan teratasi satu kecamatan lagi. Sebab, proyek tersebut rencananya akan mengairi sekitar 6 kecamatan. Yaitu, Tiris, Gending, Banyuanyar, Tegalsiwalan, Maron, dan sebagian Leces.

“Untuk itu kami terus mengupayakan agar proyek tersebut bisa segera dimanfaatkan. Sudah tiga tahun lamanya meskipun sekarang sudah selesai tetapi belum juga bisa dimanfaatkan,” terangnya.

(br/sid/fun/fun/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia