Kamis, 22 Nov 2018
radarbromo
icon-featured
Features

Begini Kondisi Klub Persekap yang Minim Anggaran

Selasa, 24 Jul 2018 09:00 | editor : Fandi Armanto

persekap pasuruan

HARUS BERTAHAN: Skuad Persekap ketika berlaga di Piala Indonesia melawan Perssu lalu. Laga itu menjadi pertandingan pertama Persekap di turnamen sepakbola. (Dok. Radar Bromo)

SEKALI kalah, sekali menang. Kewajiban para penggawa Persekap belum usai. Beberapa laga di depan mata sudah menanti. Namun, ada hal lain yang masih mereka nantikan. Hingga kini, para pemain belum menerima gaji. Proses lambatnya pencairan dana hibah dari KONI membuat hak mereka belum terpenuhi.

-----------

Hampir setengah tahun lamanya pemain Persekap bersabar. Hingga saat ini, belum sepeser pun gaji yang mereka terima. Skuad yang banyak diisi oleh pemain lokal itu mulai resah. Kerja keras mereka di lapangan, belum juga mendapatkan perhatian.

Jawa Pos Radar Bromo sempat mewawancarai dua pemain yang memiliki rentang usia berbeda. Mereka adalah pemain muda dan pemain senior di skuad Persekap. Keduanya mengungkapkan persoalan finansial yang kini masih belum ada kejelasan.

Salah satunya diutarakan oleh GA, salah satu striker Persekap. Kepada media ini, ia membenarkan jika ia dan teman-temannya yang lain belum menerima gaji. Padahal, mereka sudah mengikuti latihan bersama dan tahapan seleksi sejak awal tahun lalu. “Hingga saat ini belum ada yang menerima gaji. Dan, memang tak pernah dibicarakan soal itu,” ungkapnya.

GA sendiri tak ingin menyalahkan pihak manajemen. Menurutnya, justru manajemen Persekap yang selama ini mati-matian membela tim untuk bertahan dalam kompetisi. Baik untuk kebutuhan latihan, hingga laga tandang yang dilakoni arek-arek Persekap saat melawan Persepam Madura beberapa waktu lalu.

Segala urusan, dari kebutuhan transportasi dan konsumsi pemain, ditanggung duit pribadi ofisial Persekap. “Hanya saja terbatas. Tidak ada uang transport bagi pemain. Bahkan, untuk latihan juga tidak ada. Kami dari rumah ke lapangan juga naik motor harus ada bensin,” keluhnya.

Ia mengaku, persoalan tersebut kerap menjadi bahan obrolan sesama pemain lainnya. Namun, setelah itu menguap. Gaji yang dinanti tak kunjung masuk kantong pemain. GA juga tak ingin larut dalam persoalan finansial yang tengah mendera tim kebanggaan Kota Pasuruan tersebut.

Sebagai pemain muda, ia juga tak cukup punya nyali untuk mempertanyakan kejelasan gaji kepada manajemen. Yang terpenting baginya saat ini, yakni bermain sebaik mungkin. Di usianya yang masih belasan, ia ingin mengejar sebanyak mungkin pengalaman berlaga. Jam terbang itulah yang diyakninya sebagai modal untuk menjadi pemain besar.

“Selama ini kami memang pakai uang pribadi. Tapi, saya masih bisa legawa lah. Yang terpenting kami main sebaik mungkin di lapangan, kami tunjukkan eksistensi kami. Rezeki pasti akan datang dengan sendirinya. Tapi, pengalaman itu yang harus dicari,” urainya.

Tak berbeda yang diungkapkan oleh TA, salah satu pemain senior Persekap. Ia mungkin masih bisa mencari penghasilan lain dari pekerjaan di luar lapangan. Namun, sebagai pemain senior, TA acap kali menjadi tempat juniornya berkeluh-kesah.

“Mereka sudah saya anggap adik-adik saya sendiri. Sebenarnya saya kasihan, mereka kan banyak yang baru lulus sekolah. Tapi mau bagaimana lagi, saya juga seorang pemain. Tidak bisa berbuat banyak,” jelas TA.

Hari Raya Idul Fitri lalu, menjadi momen paling dilematis bagi para pemain Persekap. Menurut TA, banyak pemain yang mengeluhkan kebutuhan hari raya. “Bahkan, untuk membeli baju Lebaran pun tidak ada uang,” katanya.

TA mengaku, dirinya sempat terpukul kala mendengar curhatan juniornya belum lama ini. Salah satu pemain menyampaikan keinginannya untuk mundur. “Sebenarnya dia tetap ingin di lapangan. Tapi, orang tuanya menuntutnya bekerja. Mending kerja di pabrik saja gajinya jelas, katanya,” ucap TA menirukan perkataan juniornya.

Mendapati itu, TA berusaha untuk mencegahnya. Ia tak ingin tim kebanggaan Kota Pasuruan hancur karena persoalan finansial saat ini. “Saya minta untuk bersabar dulu dan menunggu. Karena infonya kan bulan ini cair hibah dari KONI. Kalau tidak cair bulan ini saya tidak tahu lagi, terserah teman-teman mau gimana,” jelasnya.

(br/tom/fun/fun/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia