Kamis, 22 Nov 2018
radarbromo
icon featured
Features

Sodikin, Perajin Mebeler yang Jago Buat Miniatur Kendaraan

Senin, 23 Jul 2018 12:00 | editor : Fandi Armanto

perajin miniatur kendaraan

BUTUH KETELATENAN: Salah satu miniatur truk buatan Sodikin yang tengah dikerjakan di rumahnya. (Rizal F. Syatori/Radar Bromo)

DI Desa Gajahrejo, Sodikin dikenal sebagai tukang mebeler. Dia pun punya penghasilan tambahan selain membuat furniture. Dia juga mahir membuat miniatur truk dari kayu, dan dari situ pula dia meraup rupiah.

---------------

Pria berkepala gundul ini tinggal di Dusun Buntut, Desa Gajahrejo, Kecamatan Purwodadi. Jika mencarinya akan mudah. Sebab, banyak orang yang mengenalnya. Ini lantaran Sodikin adalah ketua RT di kampungnya.

Di kampungnya, Pak RT ini dikenal memiliki usaha mebeler. Biasanya, dia membuat jendela, pintu, kusen. Termasuk perabotan rumkah tangga seperti kursi dan meja.

Namun di rumahnya, ternyata dia juga pandai membuat kerajinan miniatur, yang umumnya berbentuk kendaraan. Kebanyakan yang dia buat adalah truk. Semua kerajinan itu terbuat dari bahan baku utama kayu. Seperti kayu mahoni, randu, triplek dan lain sebagainya.

“Buat miniatur truk ini pekerjaan sambilan saya, selain mebeler. Sudah berjalan sekitar 10 tahun terakhir hingga sekarang, lumayan untuk tambahan penghasilan,” katanya.

Ide untuk membuat miniatur truk ini menurutnya spontanitas. Kemampuannya didapat dari otodidak. Mulanya, dia hanya bermodal nekat, dengan melihat contoh dan model aneka jenis truk di jalan, juga internet.

Dalam prosesnya, ia tak sendirian mengerjakannya. Ia dibantu Riana, istrinya. Sang istri membantu membuat bahkan dari barang mentah hingga jadi. Semua dikerjakan dirumahnya sendiri.

Melihat kerajinan miniatur buatannya, Sodikin membuatnya beragam. Ada yang berukuran besar maupun kecil.Untuk truk berukuran besar, butuh waktu sehari untuk satu unitnya. Sebaliknya ukuran kecil, bisa mencapai lima unit dalam sehari.

“Paling susah dan butuh ketelatenan buat bagian ruang kemudi atau bodi depan truk. Itu lebih sulit daripada sasis, roda, bak dan aksesoris lainnya. Tapi karena sudah terbiasa, akhirnya jadi biasa,” cetusnya.

Sama halnya mebeler, untuk miniatur truk hampir setiap harinya ia produksi. Tentunya sesuai dan bergantung pesanan atau order yang diterimanya.

Satu persatu item dalam rangkaian sebuah miniatur truk, ia kerjakan menggunakan peralatan manual dan sederhana yang ia miliki di rumah. Seperti gergaji potong, amplas dan lainnya.

“Kalau dulu saya kerjakan sampai finishing atau pengecatan. Karena kewalahan dengan order, kini hanya sampai membuat produk mentahnya saja. Tak sampai dicat. Untuk finishingnya dikerjakan di tempat lain,” ungkapnya.

Kini, miniatur buatannya sudah tak terhitung jumlahnya. Ia pun sampai lupa mencatatnya secara terperinci.

Untuk harga jualnya, kerajinan truk setengah jadi ukuran kecil, perunitnya dijual Rp 25-60 ribu. Sedangkan truk ukuran besar Rp 150-400 ribu.

Miniatur truk buatannya, selama ini kerap diikutsertakan pameran oleh Pemdes Gajahrejo. Bahkan juga Pemerintahan Kecamatan Purwodadi, dan menjadi salah satu produk kerajinan unggulan di desa dan kecamatan setempat.

“Pemasarannya sudah terjual ke berbagai kota dan daerah di Jatim. Bahkan juga keluar pulau seperti Kalimantan, Bali, Nusa Tenggaran dan Sumatera. Lumayan untuk penghasilan tambahan ekonomi keluarga, utamanya biaya sekolah anak kuliah dan di SD,” bebernya.

miniatur kendaraan

BANYAK DIPESAN: Contoh detail kerajinan miniatur buatan Sodikin. (Rizal F. Syatori/Radar Bromo)

(br/zal/fun/fun/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia