Kamis, 22 Nov 2018
radarbromo
icon-featured
Ono-ono Ae

Utang ke Mertua Tak Pernah Pernah Dibayar

Senin, 23 Jul 2018 09:15 | editor : Fandi Armanto

ono-ono ae, tole, minthul

Ilustrasi (Achmad Syaifudin/Radar Bromo)

MASALAH uang dalam kehidupan rumahtangga memang kerap menjadi penyebab perceraian. Apalagi jika sampai melibatkan mertua.

Seperti yang dialami oleh Tole (nama samaran), 35, warga Bangil, Pasuruan. Karena dianggap menantu tak becus lantaran tak pernah mengangsur utang ke mertua. Akibatnya berimbas kepada pernikahannya yang berakhir di Pengadilan Agama Bangil.

Tole menceritakan bahwa pernikahannya dengan Minthul (juga nama samaran), 34, memang sudah berjalan hampir 10 tahun. Karena sudah terlalu lama ikut mertua dan sudah memiliki 2 anak, mereka didorong untuk segera memiliki rumah sendiri.

“Sebelumnya ya ikut sama orang tua Minthul. Meski numpang, ya hampir semua gaji saya berikan Minthul untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Karena hanya Tole yang bekerja sebagai buruh pabrik, penghasilannya memang hanya cukup untuk kebutuhan primer saja. Sedangkan menabung untuk membeli rumah jauh dari harapan. Apalagi anak juga sudah dua dan sama-sama banyak kebutuhan untuk sekolah.

Namun karena sudah terlalu lama tinggal di rumah mertua, lama-lama orang tua Minthul gerah juga. “Akhirnya orang tua menawarkan untuk membantu biaya uang muka rumah, nanti dicicil,” jelasnya.

Tawaran mertua membuat Minthul cukup bersemangat. Tole semula sempat bingung. Jika hidup mandiri alias keluar dari PMI (pondok mertua indah) jelas akan menambah kebutuhan lain. Entah uang makan termasuk biaya listrik, air dan sebagainya.

Namun karena merasa sudah terusir, Tole menerima saja tawaran tersebut.

“Dan katanya Minthul juga janji mau cari uang juga, sehingga saya mikirnya kalau dibantu istri ya pasti cukup lah buat biaya nyicil dan menganggur ke mertua,” jelasnya.

Akhirnya dengan diutangi mertua, mereka punya rumah sendiri meskipun cicilan masih lama. Nah, rupanya setelah memiliki rumah sendiri, Minthul tak lama hamil. Akhirnya impian untuk mencari pekerjaanpun sirna sudah.

Dengan penghasilan Tole, akhirnya ngos-ngosan juga membiayai kebutuhan hidup plus biaya cicilan rumah. Untungnya karena tahu anaknya hamil lagi, orang tua Minthul tak menagih terkait cicilan utang.

Namun sampai anaknya lahir, keinginan Minthul untuk bekerja, sangat sulit dilakukan. Sebab, 3 anaknya termasuk ada yang masih bayi, membuat biaya pengeluaran makin tinggi. Apa boleh buat, Minthul harus fokus mengurus si kecil.

Akhirnya tercatat sampai 2 tahun, merekapun tak juga membayar utang ke mertua. Nah, masalah mulai muncul karena Tole akhirnya dianggap mantu yang tak bertanggung jawab. Tak hanya dinyiyiri bahkan membikin rumah tangganya sendiri berantakan.

Ini lantaran, kehadian anak ketiga, membuat cicilan rumah juga ikut kesulitan. “Akhirnya Minthul juga utang lagi ke orang tua. Sejak itu dipanas-panasi juga dan ngejelekin saya. Apalagi tak kunjung membayar utang uang muka rumah, eh pinjam lagi buat cicilan rumah,” jelasnya.

Akibatnya hubungan rumah tangganya sendiri ikut amburadul. Terakhir mengakibatkan pertengkaran besar dan malah membuat mereka pisah rumah.

“Setelah itu Minthul minggat eh malah terakhir minta cerai. Ya sudah kalau itu keinginannya,” pungkasnya.

(br/eka/fun/fun/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia