Kamis, 22 Nov 2018
radarbromo
icon-featured
Features

Cerita Pedagang Pasar Baru yang Bersiap Tempati Penampungan Sementara

Minggu, 22 Jul 2018 13:00 | editor : Radfan Faisal

pedagang pasar baru kota probolinggo

AKAN PINDAH: Pedagang Pasar Baru saat berjualan di dalam area pasar. Mereka diminta segera pindah ke TPS karena revitalisasi pasar akan segera dilakukan. (Zainal Arifin/Radar Bromo)

SETELAH menunggu sekian lama, akhirnya tempat penampungan sementara (TPS) Pasar Baru akan segera ditempati pedagang. Itu setelah ada kepastian kapan proyek revitalisasi Pasar Baru dikerjakan. Pedagang sendiri berharap agar revitalisasi segera dilakukan, agar mereka tak berlama-lama menempati TPS.

------------

Tak lama lagi pembangunan Pasar Baru akan dimulai. Pengumuman untuk pemindahan pedagang pun telah disampaikan sejak sepekan lalu. Terutama pedagang Pasar Baru di sisi selatan atau mulai dari kantor UPT Pasar Baru, pasar ikan, sampai dengan stan pasar keramik. Mereka diminta untuk pindah Senin depan.

Sejumlah pedagang mengaku akan mulai memindahkan barang pada hari minggu ke TPS yang telah ditunjuk. Salah satunya adalah Aminah, 70, warga Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. “Saya rencana pindah Minggu (22/7, Red) besok ini. Sekarang masih perbaikan TPS," ujarnya.

Aminah menjelaskan bahwa untuk perbaikan TPS dilakukan oleh pedagang. “Kalau yang menyediakan bedak TPS itu memang pemerintah. Tapi kita memperbaiki untuk memasang sekat. Sekat bedak itu kita yang pasang,” ujarnya.

Aminah akan menempati TPS nomor 4 yang ada di jalan Siaman. Menurutnya bedak di jalan Siaman dikhususkan untuk pedagang pasar ikan. “Pedagang ikan di Siaman, disana juga disipakan saluran pembuangan air untuk pedagang yang dijual produk basah,” ujarnya.

Aminah berharap proses pembangunan Pasar Baru bisa berjalan lancar. Tidak ada gangguan yang berakibat molornya proses pembangunan.

“Semoga bisa cepat dibangunnya. Mungkin lebih dari 1 tahun buat selesainya Pasar Baru ini. Lantai 2 buat tempat parkir,” kata Aminah menerka.

Selain itu Aminah juga menaruh harapan besar kepada pemerintah jika setelah pembangunan Pasar Baru telah selesai, pedagang akan kembali di bedaknya semula. “Jika bedaknya berubah khawatir pedagang akan bertengkar berebut bedak. Inginnya bedak kembali seperti semula,” ujarnya.

Selain Aminah, ada juga Husnia, 40, warga Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran. Perempuan yang sehari-harinya menjadi pedagang nasi dan kopi di Pasar Baru itu juga siap pindah. Lokasi stannya sekitar 20 meter dari pintu masuk Pasar Baru sebelah selatan.

Aminah mengaku mendapat stan di Jalan Niaga. Husnia mengungkapkan pemberitahuan untuk pindah telah dilakukan sejak Senin lalu. “Kita diminta sudah menempati TPS hari Senin (23/7) besok. Sekarang ini sedang dilakukan perbaikan TPS,” ujarnya. Perbaikan TPS ini berupa penambahan sekat didalam TPS.

“Kalau sekat antar bedak itu yang siapkan memang pedagang. Bukan dari pemerintah,” ujarnya. Husnia menargetkan, paling tidak pekan depan sudah memindahkan barang-barang di bedaknya.

Husnia sudah berdagang di pasar baru sejak lebih dari 10 tahun yang lalu. Setiap hari dia melayani kebutuhan makanan bagi pedagang mau pun orang-orang yang bekerja di pasar. “Semoga saja pembangunannya ndak lama-lama. Tapi kemungkinan bisa sampai 2 tahun ini proses pembangunannya,” ujarnya.

Revitalisasi Pasar Baru telah direncanakan sejak tahun 2016. Pasar Baru akan dibuat 2 lantai. Lantai 1 akan digunakan untuk kegiatan perdagangan, sedangkan lantai 2 akan digunakan untuk parkir kendaraan.

Amin Fredy, kepala Dinas PUPR memastikan bahwa pembangunan akan dilakukan sejak tahun 2018. “Kita sudah umumkan sejak Senin lalu untuk segera memindahkan kegiatan berdagangnya. Harapannya Senin depan sudah dipindah. Pengundian lapak TPS juga sudah dilakukan,” terangnya beberapa waktu lalu.

Dari pantauan media ini kegiatan proses perbaikan TPS masih berlangsung sampai Kamis (19/7). Perbaikan ini berupa pembuatan sekat-sekat didalam TPS. Sedangkan bagian dinding TPS yang sebelumnya jebol dan rusak telah dilakukan perbaikan.

(br/put/rf/rf/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia