Senin, 19 Nov 2018
radarbromo
icon featured
Kraksaan

Kawanan Kera Resahkan Warga Alassumur Kulon di Besuk

Minggu, 22 Jul 2018 10:00 | editor : Fandi Armanto

kawanan kera resahkan warga

KADANG-KADANG MUNCUL: Warga menunjukkan lokasi sekitar sungai Dam Biara di dekat pohon bambu. Di lokasi itulah biasanya sekawanan kera muncul. (M. Hilal Lahan Amrullah/Radar Bromo)

KRAKSAAN - Hampir setahun terakhir warga Desa Alassumur Kulon, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, dibuat resah. Ini lantaran beberapa kali sering muncul kawanan kera yang berkeliaran di sekitar permukiman penduduk.

Keberadaan sejumlah kera itu mengganggu aktivitas masyarakat setempat. Terutama anak-anak penduduk sekitar dilarang bermain di sekitar sungai Dam Biara. Acapkali kera muncul dari barongan (pohon bambu, Red) yang menjadi tempat bagi kera-kera liar tersebut bermain.

Meski sampai saat ini kera belum pernah menyerang orang, warga tetap saja khawatir. Mereka khawatir, bisa saja suatu saat, kera menyerang anak kecil.

“Kalau anak-anak takut. Semenjak itu, warga tidak memperbolehkan anak-anaknya bermain di sana (sekitar sungai),” terang, Maimuna, 60, warga Desa Alassumur Kulon, Kecamatan Kraksaan.

Kera-kera tersebut jumlahnya ada banyak. Warga menduga lebih dari sepuluh ekor dan muncul pada siang hari untuk mencari makan. Biasanya saat kawanan kera muncul, yang menjadi sasaran adalah telur ayam, buah kates, mangga, nangka, dan kedondong.

“Kates mentah juga diambil dari pohonnya dibawa turun. Selang tiga hari, kates masak, didatangi lagi,” terangnya.

Toko milik warga pernah tiga kali didatangi. Toko tersebut menjual roti, dan diambil kera liar tersebut. Tidak ingin rugi, pemilik toko penduduk setempat tidak kehilangan akal, toko diberi jaring.

“Bahkan karak (nasi kering) yang dijemur juga dimakan. Karena ketakutan, saya akhirnya kalau menjemur kerupuk ke rumah anak saya,” terangnya.

Ukuran kera-kera tersebut beragam. Ada yang masih bayi, yang besar ada yang berukuran seperti balita usia tiga tahun. “Dahulu hanya satu ekor, sekarang tambah banyak. Semoga cepat pindah, takut merusak tanaman-tanaman,” terangnya.

(br/hil/fun/fun/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia