Kamis, 22 Nov 2018
radarbromo
icon featured
Features

Begini Sentra Budi Daya Mangga Alpukat di Desa Wonokerto

Sabtu, 21 Jul 2018 11:30 | editor : Fandi Armanto

perkebunan mangga alpukat desa wonokerto

KOMODITAS UNGGULAN: Salah satu kebun mangga klonal 21 atau mangga alpukat di Wonokerto, Sukorejo. (Rizal F. Syatori/Radar Bromo)

POPULARITAS mangga Pasuruan beberapa tahun belakangan meroket. Selain Rembang, Desa Wonokerto, Kecamatan Sukorejo, jadi salah satu daerah pemasok mangga Pasuruan.

----------------

Tak susah untuk menemukan kebun mangga di Desa Wonokerto, Kecamatan Sukorejo. Di pinggir jalan kabupaten, sejumlah kebun mangga banyak ditemui. Sejumlah pohon mangga pun banyak didapati di pekarangan rumah-rumah warga.

Saat Jawa Pos Radar Bromo berkunjung ke kawasan setempat, Rabu (18/7) lalu, tampak sejumlah pohon mangga di kebun setempat sudah berbuah. Namun, buahnya masih belum siap panen.

“Diprediksi masuk panen mulai September hingga Januari mendatang masa panen rayanya. Desa kami merupakan salah satu penghasil mangga terbesar di Kabupaten Pasuruan. Lahan mangga di desa kami mencapai sekitar 40 hektare,” ujar Kades Wonokerto Abdul Kholiq.

Menurut Kholiq, lahan di desa setempat sangat mendukung untuk ditanami mangga. Rata-rata kebun mangga petani setempat bisa menghasilkan 2-3 kuintal mangga tiap sekali panen.

Jenis mangganya bervariasi. Mulai jenis gadung klonal 21 atau yang lebih populer disebut mangga alpukat, mangga golek, manalagi, kopyor, dan jenis lainnya.

“Bagi warga kami, buah mangga merupakan sumber perekonomian utama. Saat masuk masa panen raya, produknya laris manis terjual. Pemasarannya ke berbagai kota. Mulai Surabaya, Malang, Jember, Semarang, Bandung, dan Jakarta. Bahkan, dipasarkan hingga luar pulau, ke Kalimantan, Sumatera, Bali, dan Sulawesi,” jelas Kholiq yang juga memiliki kebun mangga sendiri.

Potensi itu pun disebutkan Kholiq jadi perhatian pemerintah desa setempat. Di antaranya, dengan memberikan pelatihan yang melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkab Pasuruan.

Termasuk aktif mengikutsertakan mangga itu ke sejumlah pameran. “Dari sejumlah varietas yang ada, di tempat kami paling banyak manggal klonal 21 atau mangga alpukat. Tahun lalu, terjual hingga 60 ton di Jakarta. Rasa dan aromanya khas, tak kalah dengan daerah lain,” terangnya.

perkebunan mangga alpukat desa wonokerto

CLOSE UP: Mangga klonal 21 di Wonokerto. (Rizal F. Syatori/Radar Bromo)

(br/one/fun/fun/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia