Kamis, 22 Nov 2018
radarbromo
icon-featured
Ono-ono Ae

Kesalnya Punya Suami yang Kecanduan Ngelayap saat Bekerja

Sabtu, 21 Jul 2018 04:50 | editor : Fandi Armanto

ono-ono ae, tole, minthul

Ilustrasi (Achmad Syaifudin/Radar Bromo)

HIDUP seenaknya, tanggung jawab minim. Begitu jawaban Minthul, 29 (nama samaran), warga Pandaan saat ditanya soal suaminya, sebut saja Tole, 30 yang ia gugat cerai ke Pengadilan Agama (PA) Bangil.

Ia mengaku kecewa dengan sikap Tole yang masih kekanak-kanakan. Sudah diberi pekerjaan oleh keluarganya, eh Tole ternyata masih bersikap kardi (karepe dhibik/mau menangnya sendiri).

Tole kerap keluyuran saat bekerja. Dengan sikapnya yang buruk itu, Tole pun akhirnya dipecat dari pekerjaannya. Minthul tak kuasa menanggung malu. Ia akhirnya memilih meninggalkan Tole.

Diceritakan Minthul, sebelumnya, Tole tak punya pekerjaan. “Dia sudah lama gak kerja, sebelumnya bolak-balik kena pemutusan hubungan kerja (PHK),” jelasnya.

Minthul sendiri sejak menikah memilih berhenti dari pekerjaannya. Lantaran itu, agar roda ekonomi keluarganya bisa terus berputar, Minthul pun akhirnya ikut susah payah mencarikan pekerjaan untuk sang suami.

Tole yang dikenal supel sendiri sejatinya juga kerap dapat pekerjaan baru. Namun, rata-rata ia tak awet. Hanya beberapa bulan bekerja, ia sudah resign atau dipecat dari tempatnya bekerja.

Lama-lama Tole kesulitan juga dapat kerja di pabrik seperti sebelumnya. Bahkan, terakhir Tole sampai menganggur hingga 8 bulan lamanya.

Tak mau lihat suaminya luntang-luntung gak jelas. Minthul pun meminta pamannya yang mempunyai usaha bengkel mempekerjakan Tole. Karena tak mempunyai skill terkait otomotif, Tole pun ditempatkan sebagai penjaga toko.

Saat bekerja di pamannya itu, sikap Tole pun masih tak berubah. “Ia sering keluar gak jelas. Dan, kalau kembali ke toko, lama. Karena itu, paman saya bolak-balik ngamuk juga,” jelas Minthul.

Kelakuan Tole itu pun dengan cepat menyebar ke keluarga besar Minthul. Bahkan, orang tua Minthul pun juga mengetahui sikap pemalas Tole.

Minthul sendiri sudah berulang kali mengingatkan sang suami agar lebih semangat mencari nafkah. Namun bukannya merespons dengan baik, Tole malah ngamuk tak jelas hingga berujung cekcok.

“Akhirnya sampai 2 bulan hubungan kami gak jelas. Orang tua saya akhirnya nyuruh cerai saja. Apalagi, selama ini, dia (Tole) juga gak tanggung jawab. Jarang kasih uang bulanan, apalagi kerja juga seenaknya sendiri,” gerutunya. Dari situ, tekad Minthul untuk menceraikan Tole pun kian bulat.

(br/eka/fun/fun/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia