Kamis, 22 Nov 2018
radarbromo
icon featured
Politik

Sudah Diaudit, Paslon ADJIB Selama Kampanye Habiskan Dana Segini

Jumat, 20 Jul 2018 05:05 | editor : Fandi Armanto

Kotak Kosong

CALON TUNGGAL: Irsyad Yusuf (naik becak di kiri) dan Mujib Imron, yang menjadi pasangan tunggal di Pilkada Kabupaten Pasuruan. (Dok Jawa Pos Radar Bromo)

PASURUAN–Dana kampanye pasangan calon ADJIB (Irsyad Yusuf-Mujib Imron) sudah di audit akuntan publik independen. Hasilnya, dana kampanye paslon tunggal, tak sampai menghabiskan setengah miliar rupiah.

Sebagaimana diketahui, setelah dilaporkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pasuruan, dana kampanye paslon ADJIB memang di audit. Disebutkan bahwa dari hasil audit, dana kampanye dinilai patuh. Hasil audit sendiri langsung dikirimkan ke Bawaslu Provinsi Jawa Timur.

Aryunani, Koordinator Divisi SDM Panwaslih Kabupaten Pasuruan mengatakan bahwa di akhir masa kampanye 23 Juni lalu, paslon wajib menyerahkan laporan dana kampanye ke KPU dan Panwaslih Kabupaten Pasuruan. “Setelah itu laporan dana kampanye diauit oleh akuntan publik independen dan dilaporkan maksimal 2 minggu setelah pelaporan,” jelasnya.

melawan kotak kosong

PASLON ADJIB (Dok Jawa Pos Radar Bromo)

Dikatakan dari hasil audit, pelaporan dana kampanye dinilai patuh. Sehingga tidak ada kecurigaan baik dari penerimaan sumbangan dana juga penggunaan dana kampanye. Dari pelaporan sumbangan perseorangan dinilai wajar dan tak ada penyalahgunaan dana kampanye.

Tercatat dari pelaporan dana kampanye, sumbangan pribadi ini tercatat ada 9 penyumbang dengan rincian 8 penyumbang perseorangan ini menyumbang dana sebesar Rp 25 juta dan 1 orang menyumbang Rp 50 juta. Aryunani mengatakan sumbangan perseorangan ini memang diperbolehkan asalkan jelas siapa penyumbangnya.

Untuk penggunaan dana kampanye sendiri digunakan untuk biaya pertemuan, pemuatan iklan, penyebaran bahan kampanye sampai biaya kampanye. Dari catatan Panwaslih dana dari Paslon sendiri sebesar Rp 100 juta, ditambah dana dari gabungan partai politik sebesar Rp 280 juta dan sumbangan perseorangan sebesar Rp 250 juta. Sehingga dari data tersebut hasil penerimaan untuk biaya kampanye adalah sebesar Rp 530 juta.

“Dari sumbangan kampanye, dikurangi biaya kampanye tercatat saldo akhir sebesar Rp 287.574,” jelasnya. Dari hasil audit tersebut, pelaporan langsung dikirimkan ke Bawaslu Provinsi Jawa Timur.

(br/fun/eka/fun/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia