Senin, 10 Dec 2018
radarbromo
icon-featured
Politik

Tujuh Parpol di Kabupaten Pasuruan Ini Isi Kuota Maksimal Caleg

19 Juli 2018, 04: 10: 59 WIB | editor : Muhammad Fahmi

parpol, partai politik, peserta pemilu, pileg

Ilustrasi (Dok. Radar Bromo)

BANGIL - Belasan partai politik di Kabupaten Pasuruan akhirnya resmi melakukan pendaftaran dan pengajuan berkas pencalonan anggota DPRD Kabupaten Pasuruan.

Komisioner KPU Kabupaten Pasuruan Divisi Teknis Azmi Abbas Djazuli mengatakan, 16 parpol resmi melakukan pendaftaran.

KPU Kabupaten Pasuruan menerima pendaftaran dari belasan partai itu hingga pukul 23.45, Selasa malam (17/7). Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia menjadi partai yang terakhir melakukan pendaftaran.

“Alhamdulillah, sampai pukul 23.45 tadi malam (Selasa malam, Red), KPU Kabupaten Pasuruan telah menerima pendaftaran dari seluruh partai. Bahkan, partai-partai telah menyerahkan berkas-berkas yang dibutuhkan,” terangnya.

Azmi menyampaikan, tak seluruh parpol di Kabupaten Pasuruan mengisi kuota maksimal. Karena hanya tujuh parpol yang mengisi kuota maksimal, yakni sebanyak 50 calon.

Ketujuh parpol tersebut di antaranya Nasdem, PKB, Demokrat, PPP, PDIP, Golkar, serta Gerindra. Sementara lainnya, tak memasang kuota maksimal.

“Total ada 608 bakal calon yang didaftarkan oleh ke-16 partai. Di mana, untuk keterwakilan laki-laki sebanyak 370 orang. Sementara untuk keterwakilan perempuan, sebanyak 238 orang,” terang Azmi.

Selanjutnya, berkas yang masuk ke KPU Kabupaten Pasuruan, akan diverifikasi. Untuk kemudian dilakukan perbaikan hingga pengajuan bakal calon pengganti.

Sementara itu, kursi legislatif sepertinya memang “nikmat” untuk ditempati. Terbukti, dengan berlomba-lombanya incumbent untuk kembali menempati kursi dewan di Raci.

Dari penelusuran yang diperoleh Jawa Pos Radar Bromo, seluruh anggota legislatif yang duduk di kursi DPRD Kabupaten Pasuruan melakukan pendaftaran. Mereka berebut untuk bisa kembali mengisi satu kursi dari 50 kursi yang disediakan.

Minus Nasiruddin, anggota Partai NasDem yang harus menanggalkan kursinya lantaran meninggal dunia. Sementara lainnya, memilih untuk menempati kursi empuk dewan. Bahkan, dua di antaranya menginginkan kursi yang lebih tinggi.

Dua anggota legislatif di Kabupaten Pasuruan yang ingin naik kasta ke DPRD provinsi itu yakni Rohani Siswanto dari Partai Gerindra dan Udik Djanuantoro dari Partai Golkar. Rohani yang menjabat sekretaris DPC Partai Gerindra Kabupaten Pasuruan mengaku, punya alasan tersendiri untuk naik ke DPRD Provinsi Jatim.

Ia menjelaskan, langkah itu ditujukan untuk regenerasi di tubuh Partai Gerindra. Menurutnya, banyak kader-kader Gerindra yang potensial. Mereka perlu diberi kesempatan untuk berbuat lebih dalam kontestasi pileg tahun ini.

“Kami menginginkan adanya regenerasi. Supaya mesin politik Partai Gerindra bisa berjalan dengan baik. Banyak kader-kader Gerindra yang perlu mendapatkan kesempatan lebih. Di samping keinginan dari pengurus partai agar saya memperluas peran dan tugas yang lebih luas,” sampainya.

Terlebih lagi, masa jabatan di DPRD Kabupaten Pasuruan bukan hanya satu periode ini. Ia sudah menjalaninya dua periode. Karena itulah, sudah waktunya ia memberikan kesempatan bagi kader-kader Gerindra untuk mengisi kursi yang ditinggalkan.

Tak jauh berbeda dengan apa yang disampaikan Udik Djanuantoro. Ketua DPD Partai Golkar ini mengaku, ada beberapa pertimbangan dirinya maju ke provinsi. Selain sudah tiga periode mengisi kursi DPRD Kabupaten Pasuruan, juga dipengaruhi dorongan pengurus partai.

“Ada dorongan pengurus pleno DPD Partai Golkar Kabupaten Pasuruan dan segenap kader partai Golkar. Di mana, saya diharapkan untuk memperluas peran dan tugas pengabdian di wilayah Jawa Timur,” ungkapnya.

Di samping itu, juga merupakan bentuk kaderisasi. “Ini merupakan bagian dan langkah kaderisasi,” tandasnya.

(br/one/mie/mie/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia