Kamis, 22 Nov 2018
radarbromo
icon-featured
Ono-ono Ae

Akibat Mertua sering Masuk Kamar

Rabu, 18 Jul 2018 12:15 | editor : Fandi Armanto

ono-ono ae, tole, minthul, salah kamar

Ilustrasi (Achmad Syaifudin/Radar Bromo)

KEINGINAN Minthul (nama samaran), 24, warga Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, agar bisa mandiri dengan tidak tinggal di rumah mertua, tampaknya hanya angan-angan belaka. Di rumah mertuanya, ia tak punya ruang untuk menjaga privasi. Seperti kamar misalnya.

Minthul mengatakan, pernikahannya yang berjalan 2 tahun dengan Tole (nama samaran), 30, akhirnya kandas. Minthul mengaku tak tahan karena seringkali cekcok dengan sang mertua. Karena itulah, ia lantas menggugat suaminya ke Pengadilan Agama (PA) Bangil.

“Penyebab cerai karena gak kerasan saja. Soalnya rumahnya terlalu terbuka. Kamar tidur pun gak ada pintu, cuma tirai dari kain saja,” jelasnya. Awalnya, Minthul tidak mempermasalahkan. Karena dari awal Minthul ikhlas mengabdi kepada suaminya. Namun, lama-kelamaan tidak betah juga.

Minthul mengatakan, pernikahannya dengan Tole memang dari perjodohan. Saat itu, Minthul yang sudah dianggap waktunya menikah, dikenalkan dengan Tole, laki-laki yang juga mencari istri. Minthul saat itu memang tidak punya pilihan. Ini, lantaran dirinya memang tak punya teman laki-laki. Apalagi, selama ini ia banyak di rumah.

Karena Tole saat itu mengaku serius, Minthul pun memilih menerima perjodohan itu. Tole yang sudah bekerja menjadi buruh pabrik, diterima karena dianggap sudah bisa menafkahi keluarga. Tak lama, mereka pun akhirnya menikah dan Minthul diboyong untuk tinggal di rumah orang tua Tole.

Kondisi keluarga Tole dikatakan Minthul sangat sederhana. Rumah misalnya. Kendati mempunyai beberapa kamar, namun tanpa pintu. Hal ini membuat Minthul risih. Ia takut tiba-tiba ada yang masuk ke dalam kamar. Entah saat ganti baju atau sedang bersantai saja.

Ternyata, ketakutannya terjadi. Sering kali ibu mertua, bahkan bapak mertuanya, tiba-tiba masuk kamar dan tanpa permisi. “Ya sebenarnya malu, pas lagi tiduran tiba-tiba ibu mertua masuk. Yang paling malu ya pas ganti baju. Pernah juga ketahuan bapak mertua yang tiba-tiba ngintip,” jelasnya.

Hal ini pernah dikeluhkan ke Tole. Harapannya, kamar dipasang pintu. Sehingga, Minthul bisa mengunci kamar. Terkait kebiasaan orang rumah Tole yang suka masuk kamar tanpa permisi juga pernah dikeluhkan. Tapi, sayangnya hal ini tak pernah digubris oleh Tole. Akibatnya, Minthul merasa dirinya tak pernah dihargai.

Selama 2 tahun menikah, Minthul mengeluh agar bisa hidup mandiri entah indekos atau kontrak, agar tak lagi ikut mertua. Tapi, karena Tole selalu cuek dan tak peduli dengan keinginannya, akhirnya Minthul memilih pisah.

(br/eka/fun/fun/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia