Kamis, 22 Nov 2018
radarbromo
icon-featured
Ono-ono Ae

Suami Lebih Nyaman Jadi Buruh Tani

Selasa, 17 Jul 2018 11:00 | editor : Fandi Armanto

ono-ono ae, tole, minthul

Ilustrasi (Achmad Syaifudin/Radar Bromo)

KEINGINAN Minthul (nama samaran), 28, warga Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan agar Tole (juga nama samaran), 35, suaminya memiliki pekerjaan yang tetap dan penghasilan yang lebih besar, tidak bisa kesampaian. Pasalnya, Tole enggan mencari pekerjaan lain. Ia masih betah jadi buruh tani dengan gaji tak seberapa.

Minthul mengatakan, bukannya dirinya tidak bersyukur dengan pemberian suami. Namun, setelah menikah hampir 5 tahun dan memiliki 2 anak, kebutuhan ekonomi semakin tinggi. “Sedangkan dari buruh tani dan serabutan itu gak rutin. Tapi Tole gak tahu kenapa ogah cari kerja tetap,” jelasnya.

Dari awal dijodohkan, Minthul sudah tahu bahwa pekerjaan Tole memang buruh tani. Namun, karena awalnya niatnya ikhlas dan memang ingin menikah, Minthul tak mempermasalahkan pekerjaan Tole kala itu. “Yang penting bekerja dan bertanggung jawab. Jadi, ya saya terima waktu awal dikenalkan dengan Tole,” jelasnya.

Hanya saja, yang namanya pernikahan lama-lama kebutuhan juga makin tinggi. Apalagi ditambah kehadiran 2 anaknya. Minthul sendiri dari awal fokus sebagai ibu rumah tangga. Selama menikah, Minthul ikut tinggal di rumah orang tua Tole.

Sama seperti Tole, mertuanya juga bekerja serabutan.

Minthul merasakan betul rasanya kekurangan uang ketika Tole maupun mertuanya tak punya garapan. Karena itu, Minthul harus tebal muka untuk berutang ke tetangga. Kesusahan ini sering kali dikeluhkan ke keluarganya. “Keluarga saya sebenarnya ada yang menawari buat ikut di usaha paman atau didaftarkan ke pabrik. Tapi, Tole gak pernah mau, katanya gak enak ikut orang,” ucap Minthul.

Tole menolak kerja di pabrik karena gak kuat terlalu banyak aturan. Suaminya juga mengaku stres jika kerja dari pagi hingga menjelang malam. Karena itu, Tole merasa nyaman menjadi buruh tani. Setelah selesai kerja di sawah atau ladang, ia kembali ke rumah dan berkumpul dengan keluarga.

Selama 5 tahun menikah, Minthul mengatakan hanya bisa mengelus dada jika kondisi keuangan sedang terpuruk. Sering Minthul memilih minggat ke rumah orang tua dan membawa anak-anaknya jika keluarga sedang dilanda masalah ekonomi.

“Saya sebenarnya juga ingin bekerja biar gak susah terus. Tapi sama Tole gak boleh. Terus dia tak suruh kerja lain juga gak mau. Kalau kondisi ekonomi susah terus, ya siapa yang tahan. Lebih baik saya cerai saja,” jelasnya.

(br/eka/fun/fun/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia