Kamis, 22 Nov 2018
radarbromo
icon-featured
Radar Bromo Events

Tiga RW Mendaftar Lomba Kampung Tematik Kademangan Bangkit

Rabu, 11 Jul 2018 07:16 | editor : Radfan Faisal

kademangan bangkit, lomba kampung tematik

MENDAFTAR: RW di Kecamatan Kademangan mendaftarkan diri di kantor Jawa Pos Radar Bromo dalam lomba Kampung Tematik. (HA Suyuti/Radar Bromo)

KADEMANGAN - Pendaftaran lomba Kampung Tematik gelaran Kecamatan Kademangan bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Bromo, mulai dibuka. Selasa (10/7), tiga RW pun mendaftar ke kantor Jawa Pos Radar Bromo di Jalan Soekarno-Hatta nomor 98.

Ketiga RW tersebut yaitu, RW 4 dan RW 7 di Kelurahan Triwung Kidul, serta RW 2 di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan. Sesuai jadwal, pendaftaran yang dibuka mulai tanggal 9 Juli itu akan ditutup pada 14 Juli.

Cara pendaftarannya cukup sederhana. Peserta yang mewakili RW menyerahkan KTP saat mendaftar. Dengan catatan, minimal dalam satu tim atau satu RW, diserahkan lima fotokopi KTP anggota dan satu fotokopi pendamping. Kemudian, peserta mengisi form pendaftaran.

“Form pendaftaran ini harus diisi dan dikembalikan ke bagian pendaftaran. Peserta kemudian mendapatkan tanda terima dan secara otomatis, peserta sudah terdaftar sebagai peserta lomba Kampung Tematik, Kademangan Bangkit Award 2018,” terang Rully Puspita Sari, staf Jawa Pos Radar Bromo di bagian pendaftaran.

Suyuthi, 50, ketua RW 4, Kelurahan Triwung Kidul mengatakan, pihaknya mendaftar dalam lomba Kampung Tematik untuk mendongkrak potensi di wilayahnya. Mengingat, di kampungnya ada beberapa potensi yang bisa dikembangkan.

Salah satunya yakni kerajinan sangkar burung. Produksi sangkar burung di tempatnya bahkan sudah dijual sampai keluar daerah. Yakni, Pasuruan hingga ke Paiton. Nah, pada lomba kali ini, Suyuthi mengambil tema kampungnya sebagai Kampung Sangkar Burung Bangkit Jaya.

“Di kampung saya ada 6 RT. Selain itu, ada beberapa potensi yang bisa diangkat. Namun, yang paling menonjol yakni pembuatan sangkar burung. Sehingga, kami sepakat untuk mengangkat hal tersebut sebagai tema lomba,” bebernya.

Sangkar burung dengan bahan baku bambu itu dinilai memiliki ciri khas tersendiri. Bahkan, jarang ada RW se-Kecamatan Kademangan yang memiliki produk kerajinan sangkar burung. Sehingga, ia optimistis dapat meraih nominasi juara.

“Untuk sangkar burung ini saya rasa di RW se-Kecamatan Kademangan jarang ada. Makanya, kami optimistis menang. Selain itu, tujuannya yakni untuk mengangkat potensi yang ada di kampung juga,” terangnya.

(br/rpd/rf/rf/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia