Senin, 10 Dec 2018
radarbromo
icon-featured
Hukum & Kriminal

IR, Residivis Teroris yang Kembali Diciduk Baru Beli Perahu

02 Juni 2018, 09: 30: 59 WIB | editor : Muhammad Fahmi

terduga, teroris, probolinggo, residivis, bebas, terorisme, diciduk, densus 88, tukang cukur

ROGOH DUIT TABUNGAN: Perahu bekas yang dibeli IR dari nelayan Nguling untuk melaut. IR yang memanfaatkan stan potong rambut kakaknya untuk melayani warga yang potong rambut. (Istimewa)

BARU sekitar 2,5 bulan menghirup udara bebas, IR, 35, warga Jalan Sunan Giri, Sumbertaman, Kota Probolinggo, harus kembali berurusan dengan polisi. Kasus yang melilitnya pun sama; terorisme. Seperti apa kesehariannya usai bebas hingga kembali diamankan tim Densus 88?

---------------

Tak banyak yang berubah dari penampilan IR alias D usai menjalani masa hukuman terkait kasus terorisme yang menjeratnya. Yang terlihat paling mencolok, jenggotnya usai bebas terlihat lebih tipis. Penampilannya pun lebih rapi.

Beberapa pekan usai ia bebas pada pertengahan Maret 2018 lalu, Jawa Pos Radar Bromo sempat bertemu dengannya. Ia baru saja menjalani hukuman 4 tahun, 2 bulan atau lebih pendek dari vonis yang diterimanya, sekitar 6 tahun.

Vonis itu diberikan lantaran IR terjerat kasus terorisme. Ia diamankan di kawasan Kedungcowek, Kenjeran, Surabaya pada Januari 2014 lalu. Penangkapan itu dilakukan lantaran IR diduga kuat merakit bom pipa yang hendak diledakkan di Surabaya. Pria yang sempat mengenyam latihan atau Tadrib Asykar di Poso itu diamankan bareng satu temannya.

Selepas bebas bersyarat, IR pun masih dipantau Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT). Dia mencari nafkah dengan melaut. Jadi nelayan seusai bebas. Sebuah pekerjaan yang dinilainya lebih safety ketimbang bekerja menetap di suatu tempat.

“Bukan karena apa. Melaut itu kan part time dan bisa dilakukan sewaktu-waktu. Namun, keinginan saya sebenarnya membuka tempat usaha. Tapi, untuk saat ini belum ada modal,” bebernya kepada Jawa Pos Radar Bromo, kala itu.

IR sendiri juga punya keahlian memotong rambut. Pekerjaan yang sama seperti Irvan S, kakaknya yang belum lama ini juga dibekuk Densus 88 dan statusnya sudah dijadikan tersangka.

Namun, untuk membuka bedak potong rambut, perlu biaya besar. Terutama untuk menyewa tempat, yang diakuinya harus strategis agar tak kalah dalam persaingan.

Alasan itulah yang membuat IR lebih memilih melaut. Belum lama ini, IR pun membeli sebuah perahu bekas di Kecamatan Nguling. Perahu itu dibelinya dari sisa uang tabungan seharga Rp 5 juta.

Tapi karena bekas, tentu saja perahu yang baru dibelinya, belum layak untuk melaut. Bocor dimana-mana. Otomatis butuh perbaikan.

Usai membeli perahu, IR sempat dikejutkan atas penangkapan Irvan, sang kakak. Sebab, meskipun masih saudara kandung, IR mengaku, tak pernah tahu akan aktivitas Irvan. Termasuk soal keterlibatan Irvan dengan jaringan teroris.

“Kalau saya sewaktu diamankan Densus, ikut jaringan Poso. Jaringan yang dipimpin oleh almarhum Santoso. Selebihnya, saya tidak terlalu tahu urusan Mas (Irvan, Red),” terangnya.

Bahkan, saat Irvan ditangkap dan diamankan, IR mengaku sempat lost kontak. Sejumlah keluarga sempat bingung karena juga mengaku tak mengetahui keterlibatan Irvan.

Tapi saat itu, IR berupaya menjelaskan ke keluarganya. Dari pengalamannya, biasanya orang yang diciduk Densus, akan diperiksa dengan waktu yang lama. “Saya meyakinkan ke ibu dan saudara-saudara. Bisa jadi, Mas dibawa ke Polda ataupun Mako Brimob,” terang IR.

IR sendiri kini berencana meneruskan bedak potong rambut yang dibuka oleh IR di Gladak Serang. “Mumpung bulan puasa. Biasanya banyak yang potong rambut,” katanya saat ditanya soal itu.

Di sisi lain, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal menerangkan, tim Densus 88 dalam melakukan pengamanan tak sembarangan. Minimal memiliki dua alat bukti. Barang bukti yang ditemukan saat penggeledahan sendiri jadi bukti penguat.

“Yang jelas, jika dari hasil penyelidikan terduga yang diamankan tidak ikut terlibat, maka akan dilepaskan seperti beberapa kasus lainnya,” terang perwira polisi dengan dua melati di pundaknya itu.

(br/fun/mie/mie/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia