Senin, 10 Dec 2018
radarbromo
icon-featured
Hukum & Kriminal

Ada PNS DKPP Diciduk Densus 88, Ini Pemrosesan di Pemkab Probolinggo

31 Mei 2018, 06: 45: 59 WIB | editor : Muhammad Fahmi

terduga teroris, probolinggo, teroris probolinggo, gt, pns, dkpp, pemkab probolinggo

DIKENAL AKTIF: Gt saat bekerja. (Istimewa)

LECES - Penangkapan Gt, 54, PNS Pemkab Probolinggo yang jadi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) mengejutkan rekan kerjanya. Selama ini, Gt dikenal sebagai penyuluh yang aktif menjalankan tugasnya.

Hal itu diungkapkan Kabid Penyuluh DKPP (Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian) setempat, Yahyadi. “Dia (GT, Red) terkenal aktif daripada penyuluh lainnya. Jadi, saya tidak menyangka jika Pak GT terlibat seperti itu (jaringan teroris, Red),” terangnya pada Jawa Pos Radar Bromo.

Yahyadi menjelaskan, GT seharusnya menghadiri acara sosialisasi aplikasi elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), sekaligus entry dan updating data RDKK 2018 di kantor eks pemkab, Dringu, Rabu (30/5). “Karena sudah diamankan Densus, jadi tidak bisa datang,” katanya.

Beruntung, di Kecamatan Kuripan yang menjadi wilayah tugas GT ada 2 orang lainnya yang mewakili. Yahyadi menegaskan, selama berdinas, GT tidak pernah berperilaku aneh-aneh. Apalagi sampai ada informasi dirinya terlibat dalam jaringan terorisme.

“Ya tidak lah. Saat dinas dia seperti layaknya pegawai dinas lainnya. Jadi, tidak ada yang aneh. Sama saya seperti biasa, ngobrol,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Ahmad Hasyim Ashari, kepala DKPP setempat. “Saya sempat terkejut anak buah saya diamankan. Soalnya yang bersangkutan tidak tampak keanehan. Tetapi, kok tiba-tiba diamankan. Kalau berubah, ya penampilan saja, berjenggot dan bercelana cingkrang,” ungkapnya.

Setelah menerima laporan diamankannya GT, pihaknya akan membuat laporan pemberitahuan kepada sekda (sekretaris daerah). Selain itu, DKPP juga akan mencari pengganti sementara untuk mengisi posisi GT di Kuripan.

“Untuk masalah kedinasan masih dalam proses. Seperti pemberitahuan kepada sekda dan juga penunjukan Plt di Kuripan,” ungkapnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Inspektorat Kabupaten Probolinggo Tanto Walono mengatakan, pihaknya masih belum menerima surat resmi dari kepolisian soal adanya PNS di daerah yang diamankan Densus.

“Masih belum ada laporan terkait hal itu. Kami menunggu pemberitahuan secara resmi dari pihak kepolisian pada Pj Bupati. Setelah itu, akan diproses sesuai dengan ketentuan,” ujarnya.

Tanto -sapaan akrabnya- menjelaskan, kemungkinan pemberitahuan akan diberikan saat yang bersangkutan naik statusnya menjadi tersangka. Tanto menjamin jika GT tidak serta merta disanksi pemecatan.

“Kalau hanya jadi tersangka, kami masih belum berani untuk mengambil tindakan. Kecuali sudah inkracht,” ujarnya.

Tak hanya rekan kerjanya yang terkejut, tetangga GT juga mengaku kaget dengan diamankannya pria berbadan subur itu. Pria asal Desa Sumberkedawung, Kecamatan Leces, itu dikenal baik. “Ndak tahunya yang ditangkap itu Pak GT,” ujarnya.

Diketahui, GT yang seorang PNS Pemkab Probolinggo diamankan oleh Densus 88. Ia diamankan lantaran diduga terlibat jaringan teroris. Setelah dilakukan penangkapan, rumahnya kemudian digeledah selama 1,5 jam. Sejumlah barang bukti juga diamankan dari kediamannya.

(br/sid/mie/mie/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia