Senin, 10 Dec 2018
radarbromo
icon-featured
Probolinggo

Ada Penangkapan Sejumlah Terduga Teroris, Pemkot Selidiki Yayasan Ini

24 Mei 2018, 08: 30: 59 WIB | editor : Muhammad Fahmi

penangkapan, terduga, teroris, probolinggo, yayasan, ar-rahman

KUNJUNGAN: Sejumlah pejabat Pemkot Probolinggo saat mengunjungi masjid yang dikelola yayasan Ar-Rahman. (Istimewa)

PROBOLINGGO - Penangkapan sejumlah terduga teroris di Probolinggo, tampaknya akan merembet pada lembaga pendidikan yang dikelola Yayasan Ar-Rahman. Pasalnya, lembaga pendidikan tersebut diketahui tidak mengantongi izin.

Hal itu terungkap saat Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) mengunjungi Masjid At-Tauhid di Jalan Taman Puspa Indah, Perumahan Sumber Taman Indah (STI), Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, Rabu (23/5).

Kepala Disdikpora Mochamad Masykur mengatakan, jika nanti pengurus mau mengurus izin, Disdikpora akan membantu perizinannya.

Yayasan Ar-Rahman sendiri banyak disebut usai penangkapan sejumlah terduga teroris. Sebab, masjid yang dikelola yayasan itu diketahui sekitar 2 tahun ditempati terduga teroris MF yang disebut-sebut jadi pemimpin kelompok kecil di Probolinggo.

MF yang merupakan warga pendatang asal Tasikmalaya akhirnya mengontrak di Perumahan Sumber Taman Indah (STI) di jalan Taman Tirta 4 Blok BB.

Selain itu, sejak penangkapan tiga terduga teroris MF, HA dan IS sendiri, lembaga pendidikan yang menaungi TK dan PAUD itu tutup sampai Rabu (23/5).

Nah, kunjungan pemkot ke lembaga pendidikan itu sendiri untuk Mengetahui tentang lembaga pendidikan itu. Mulai siapa saja pengurusnya, tenaga pendidikan dan kependidikannya, kurikulumnya, sampai apa saja yang diajarkan ke anak didik.

Apakah pembelajarannya sama seperti TK dan PAUD pada umumnya atau justru tidak. Jika tidak sesuai, Disdikpora akan meminta petunjuk wali kota.

Namun, jika tak ada hal yang mencurigakan, maka keberadaan lembaga pendidikan itu akan didukung. Dengan syarat, harus mengurus izin.

“Kami tidak tergesa-gesa menyikapi persoalan ini. Kami butuh keterangan dari pengurus yayasan. Hasilnya, akan kami sampaikan ke Bu Wali,” ujarnya Maskur.

Bagaimana jika hasil kajian wali kota memerintahkan untuk ditutup? Pihaknya disebutkan Maskur tidak bisa berbuat banyak. Apalagi jika pengurus enggan mengurus izin.

“Ya, kalau tidak ada izinnya, kami tutup. Kalau izinnya sudah jadi, monggo dibuka lagi. Kami siap membantu," tambahnya

Jika yayasan tersebut benar-benar ditutup, pihaknya akan mencarikan sekolah bagi anak-anak yang sebelumnya belajar di sana. Lokasi sekolah yang disarankan, tentunya yang dekat dengan rumahnya.

Hal senada juga diungkap Mufi Imron, kepala kemenag setempat. Ia membenarkan kalau pendidikan yang dikelola yayasan, seperti pondok pesantren, pendidikan diniah, bahkan pendidikan formal seperti RA, MI, MTs, atau MA tidak tercatat di kantornya.

“Karena tidak izin, ya tidak kami pantau. Jadi, kami juga tidak tahu materi yang diajarkan. Bahkan, jenis pembelajarannya seperti apa, kami juga tidak tahu. Makanya, kami perlu ketemu dengan pengurusnya,” beber Mufi Imron.

Pihaknya nanti akan mendata anak-anak yang belajar di lembaga pendidikan tersebut. Kemenag tidak ingin putra-putri di sekitar masjid At-Tauhid tidak bersekolah. Tentang kabar kalau anak-anak terduga terosis menempuh pendidikan bukan di sekolah, tetapi di Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM), pihaknya akan menelusuri.

“Mereka belajar di PKBM mana? Kami telusuri. Kami akan mendata ada berapa anak yang usia sekolah. Terus kita klasifikasi, berapa yang sekolah di SD, SMP, SMA, atau TK dan PAUD. Mereka harus diselamatkan, jangan sampai ada yang tidak sekolah,” jelasnya.

Selain meninjau masjid, pemkot dan Kemenag juga berkunjung ke rumah keluarga terduga teroris untuk memberi penguatan.

(br/rpd/mie/mie/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia