Selasa, 20 Nov 2018
radarbromo
icon featured
Probolinggo

Ciduk 8 Pasangan di Taman Maramis, 3 Pasangan Tak Resmi di Indekos

Minggu, 20 May 2018 20:40 | editor : Muhammad Fahmi

DIAMANKAN: Tiga pasangan tak resmi diamankan Satpol PP Kota Probolinggo, Sabtu (19/5) malam.

DIAMANKAN: Tiga pasangan tak resmi diamankan Satpol PP Kota Probolinggo, Sabtu (19/5) malam. (Istimewa)

MAYANGAN-Bulan Ramadan rupanya belum dimanfaatkan untuk berburu pahala oleh sejumlah muda-mudi di Probolinggo ini. Sejumlah muda-mudi berpasangan malah asyik bermesraan di tempat umum dan di kamar indekos meski tercatat belum sebagai pasangan resmi. 

Tercatat, ada tiga pasangan laki-laki dan perempuan tanpa ikatan pernikahan diamankan Satpol PP Kota Probolinggo, Sabtu (19/5) malam. Mereka diamankan dari sebuah indekos di Jalan Panglima Sudirman, Kota Probolinggo. 

Selain itu, Satpol PP juga mengamankan delapan pasangan muda-mudi berpacaran saat jam malam. Di tempat umum, yakni Taman Maramis yang gelap. 

Kasi Ops Satpol PP Kota Probolinggo Hendra Kusuma mengatakan, sasaran razia malam itu sejumlah taman yang ditengarai sebagai tempat berpacaran. Termasuk, tempat pesta minuman keras (miras). 

Pertama, petugas menuju Stadion Bayuangga dan Alun-alun Kota Probolinggo. Dua tempat ini, bersih dari target razia.

Selanjutnya, petugas bergeser ke Taman Manula di Jalan Soekarno-Hatta. Lokasi ini juga tak didapati aktivitas apa-apa. sekitar pukul 22.15 WIB, petugas bergeser ke Taman Maramis, di Kelurahan/Kecamatan Kanigaran. 

Di sana, petugas mendapati sejumlah muda-mudi sedang pacaran. Karena telah malam, mereka dibawa ke kantor Satpol PP. “Ada 8 pasang. Mereka dikeler ke kantor Satpol PP Kota Probolinggo,” ujar Hendra.

Dari Taman Maramis, petugas bergerak ke indekos di Jalan Panglima Sudirman. Di sana, petugas merazia setiap kamar indekos. Hasilnya, ada tiga pasangan bukan suami istri sedang asyik di kamar. Mereka juga langsung dibawa ke kantor Satpol PP. “Ada yang mengaku sudah nikah siri. Tapi, karena tidak dapat menunjukan buktinya, tetap kami bawa ke kantor,” ujarnya.

Petugas juga sempat merazia sebuah indekos di Jalan Serma Abdulrahman. Namun, di sana tidak ditemukan pelanggaran. “Operasi pekat ini akan kami lakukan terus. Ini, untuk menciptakan kondusivitas wilayah dengan tak adanya pelanggar norma sosial,” ujarnya. 

(br/mie/rpd/mie/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia