Senin, 10 Dec 2018
radarbromo
icon-featured
Hukum & Kriminal

Amir Terduga Teroris Probolinggo Sempat 2 Tahun Tinggal di Masjid

18 Mei 2018, 06: 30: 59 WIB | editor : Muhammad Fahmi

RUMAH KONTRAKAN: Kondisi rumah MF usai digeledah Densus 88

RUMAH KONTRAKAN: Kondisi rumah MF usai digeledah Densus 88 (Zainal Arifin/ Radar Bromo)

PROBOLINGGO-MF, 32, salah satu terduga teroris yang diamankan Kamis (17/5) dinihari merupakan warga pendatang. Ia lahir dan dibesarkan di Tasikmalaya. Alamat di kartu identitasnya di Kampung Sitjaya RT 2 RW IV Desa Cipondok, Kecamatan Sukaresik, Tasikmalaya. 

Oleh warga setempat, pria 32 tahun ini dikenal ramah. Diketahui, MF baru sekitar 6 bulan mengontrak rumah di Jl. Taman Tirta, Blok BB, Perumahan Sumber Taman Indah (STI) Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo

Sebelumnya, pria yang didaulat menjadi amir (pimpinan) oleh kelompoknya tersebut sempat menempati masjid di kawasan setempat. Ia bersama istri dan anaknya sempat 2 tahun lebih tinggal di masjid dengan disediakan ruangan khusus. Namun, komunitas tersebut jarang bikin ribut.

Ketua RT 6/RW 5 Arif Wicaksono mengatakan, dulunya ketiga terduga teroris berada di lingkungan yang sama. Yakni Jalan Taman Puspa Indah Perum STI RT 8 RW 6. “MF dulunya tinggal di masjid. Ia berada di sana sebagai takmir masjid. Itu sekitar dua tahunan lalu,” terangnya.

Menurut TN, salah satu tetangga terduga. Baik IS dan HA merupakan orang baik. Meskipun HA jarang ngobrol dan dikenal tertutup. Disinggung masalah keberadaan masjid yang sempat jadi tempat tinggal MF selama 2 tahun, menurutnya sudah ada semenjak enam tahun silam. 

PERNAH JADI TEMPAT TINGGAL: Kondisi masjid yang pernah jadi tempat tinggal terduga teroris MF selama 2 tahun.

PERNAH JADI TEMPAT TINGGAL: Kondisi masjid yang pernah jadi tempat tinggal terduga teroris MF selama 2 tahun.

Bahkan, dulunya masjid tersebut sempat muncul konflik. Maklum, siapa saja yang hendak melakukan ibadah, tapi bukan dari golongan mereka, maka usai salat disiram. Namun, dua tahun belakangan sudah tidak lagi.

“Dua tahun lalu, kalau ada yang salat di sana, selesainya langsung disiram, Kalau sekarang sudah tidak. Bahkan, anak saya yang paling kecil sekolah di yayasan itu,” imbuhnya.

Kemudian, MF yang kesehariannya bekerja sebagai pengantar galon air mineral itu, sekitar enam bulan lalu pindah rumah. Namun masih satu perumahan. Ia mengontrak di rumah tersebut. 

Sementara itu, Sumaji, warga RT 4/RW 8, yang berdampingan dengan rumah kontrakan MF mengaku tak kenal baik dengan terduga MF. “Kalau keseharianya saya kurang tahu betul. Soalnya orangnya sedikit tertutup serta orang baru juga. Yang saya tahu ia bekerja sebagai tukang galon. Dan, sering memberikan galon ke Masjid At-Tauhid,” terangnya.

Namun, ia merasa tenang dengan adanya penangkapan tersebut. Pasalnya, jika benar mereka merupakan komplotan teroris, maka warga sekitar paling tidak sudah jauh dari bahaya. “Selain kami resah dengan adanya terduga teroris ini, namun di sisi lain kami lega. Terduganya sudah ditangkap oleh aparat keamanan,” terangnya. 

(br/rpd/mie/mie/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia