Senin, 10 Dec 2018
radarbromo
icon-featured
Hukum & Kriminal

Ditemui MUI, Ini Permintaan Keluarga Terduga Teroris Probolinggo

18 Mei 2018, 00: 00: 21 WIB | editor : Muhammad Fahmi

MINTA PINTU RUMAH DIPERBAIKI: QN, istri terduga teroris MF (berjubah dan bercadar) saat bertemu dengan MUI dan Kapolres Probolinggo Kota di rumahnya, Kamis sore (17/5).

MINTA PINTU RUMAH DIPERBAIKI: QN, istri terduga teroris MF (berjubah dan bercadar) saat bertemu dengan MUI dan Kapolres Probolinggo Kota di rumahnya, Kamis sore (17/5). (Istimewa)

PROBOLINGGO-Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo memastikan bahwa komunitas keagamaan yang diikuti tiga terduga terorisyang diciduk Densus 88 di Kelurahan Sumbertaman adalah komunitas yang tertutup. Bahkan, sampai saat ini MUI tidak mengetahui secara pasti komunitas yang diduga berafiliasi dengan Jamaah Ansharud Daulah (JAD) ini.

“Sampai saat ini (Kamis), kami tidak mengetahui secara pasti pengurus kelompok keagamaan di Sumbertaman itu. Seperti ketua dan pengurusnya. Disinyalir memang berafiliasi dengan JAD,” ujar Ketua MUI Kota Probolinggo Kiai Nizar Irsyad pada koran ini kemarin.

Di Kota Probolinggo, menurut Nizar –sapaan akrabnya –, ada beragam ormas Islam yang selama ini eksis di Kota Probolinggo. Misalnya NU, Muhammadiyah, Persis, LDII, dan ormas-ormas lain. “Namun, ormas-ormas ini terdaftar dan aktif dalam kegiatan MUI. Komunitas di Sumbertaman ini tidak pernah hadir,” ujarnya.

Saat disinggung mengenai sosok 3 orang yang diamankan oleh Densus 88, Nizar mengaku tidak mengenal sosok tersebut. “Ya mereka kan memang tidak pernah hadir dalam acara MUI. Saya tidak pernah tahu nama-nama itu,” ujarnya.

Mengenai program deradikalisasi, Nizar mengungkapkan, bahwa MUI telah lama meminta kepada pemerintah agar program tersebut juga menyasar daerah. “Kami dan pemkot juga sudah mengusulkan agar deradikalisasi diseriusi. Mulai masuk ke sekolah-sekolah seperti OSIS, Kerohanian Islam, dan sebagainya,” ujarnya.

Kamis (17/5), sekitar pukul 16.00, MUI bersama Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal dan jajarannya juga datang langsung ke kediaman terduga teroris. MUI bertemu dengan sejumlah pihak keluarga seperti istri, mertua, dan anak-anak terduga teroris.

“Kami bertemu dengan HN, istri HA (guru PNS yang mengajar Bahasa Inggris di SMKN 1 Kotaanyar) yang ikut diamankan. HN mengaku shock dengan adanya penangkapan tersebut. Saya cuma menyampaikan itu adalah prosedur dari kepolisian,” terang Nizar. 

HN juga meminta pada MUI dan polisi agar tetap bisa menggunakan ATM (ajungan tunai mandiri) dan mengambil uang. Hal ini untuk digunakan memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Nizar juga menyampaikan kepada HN, bahwa dalam sejumlah laporan dan penelitian rata-rata mereka yang terduga teroris maupun yang telah divonis sebagai teroris memiliki istri yang bercadar.

“Saya meminta kepada HN agar dia sebagai warga masyarakat tidak menjauh dan memisahkan diri dengan masyarakat. Membangun citra eksklusif dengan warga sekitarnya. Islam mengajarkan untuk berbaur dengan warga di sekitar,” jelasnya.

Selain datang ke kediaman HA, MUI juga datang ke rumah IS dan MF. Namun, di rumah IS sudah kosong ditinggalkan oleh keluarganya. “Di rumah MF bertemu dengan istrinya QN. QN bertanya tentang kebenaran suaminya terlibat terorisme,” ujarnya. 

Dalam kesempatan tersebut, QN meminta agar pintu rumahnya yang rusak segera diperbaiki. MUI akan menyampaikan permintaan tersebut ke Polresta. 

(br/put/mie/mie/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia