Senin, 19 Nov 2018
radarbromo
icon-featured
Ono-ono Ae

Ketika Mertua Juga Minta Jatah Bulanan

Minggu, 06 May 2018 11:55 | editor : Radfan Faisal

ono-ono ae, tole, minthul, gambar, ilustrasi, minthul, karikatur, kartun

Ilustrasi (Achmad Syaifudin/Radar Bromo)

SEBAGAI satu-satunya tulang punggung keluarga, Tole (nama samaran), 31, warga Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, memang diandalkan sepenuhnya untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Tapi sayangnya, orang tuanya masih membebani Tole untuk membiayai kebutuhan lainnya.

Karena itu, Minthul (juga nama samaran), 27, hanya menerima separo dari gaji suaminya. Pertengkaranpun tak bisa dihindari dan membuat rumah tangganya terancam bubar. Minthul mengatakan sejatinya dirinya tak masalah jika Tole masih bersikap berbakti kepada orang tuanya.

“Awalnya saya ikhlas, tapi lama-lama kok kebutuhan keluarga jadi kurang terus. Ya lama-lama proteslah,” terangnya. Dikatakan bahwa sebelum menikah mereka sama-sama bekerja sebagai buruh pabrik, sehingga Minthul dan Tole memang mempunyai penghasilan sendiri.

Setelah menikah dan akhirnya Minthul melahirkan, Minthul tetap ngotot ingin tetap bekerja. Tapi sayangnya anak pertamanya sering sakit-sakitan. Tak tega lantaran anaknya sering ditinggal kerja dan sakit, Minthul mau tidak mau akhirnya memilih berhenti bekerja.

Dikatakan setelah menikah, mereka memang ikut tinggal di rumah orang tua Minthul. Sehingga ibu Minthul bisa membantu merawat anak semata wayangnya. Minthul menceritakan sangat berat meninggalkan pekerjaannya, lantaran setelah menikah, sebagian gaji Tole memang diberikan kepada ibunya.

Bagi Minthul, hal tersebut awalnya adalah bentuk bakti anak. Tapi ternyata pemberian tersebut justu menyita banyak dari penghasilan Tole. Tapi karena anaknya sering sakit, Minthulpun memilih berhenti kerja. Setelah itu hanya mengandalkan dari satu pemasukan memang benar-benar membuat ekonomi rumah tangga morat-marit.

Bulan pertama, Tole masih tetap saja memberikan hampir separoh gajinya untuk orang tua. “Tapi ya kerasa yang di rumah, belum lagi makan dan susu anak. Apalagi gaji buruh pabrik ya gak seberapa jelas berat jika dibagi-bagi,” terangnya.

Minthul mengatakan sejak berhenti kerja memang melarang keras Tole memberikan hampir separoh gajinya untuk orang tua. Ini lantaran keluarga sendiri akhirnya kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tapi Tole seolah tak bisa tegas, padahal menurut Minthul sejatinya bapak kandung Tole masih bekerja dan bisa memenuhi kebutuhan keluarga.

“Tapi kok ya masih mengandalkan pemberian dari Tole. Bahkan selalu meminta terang-terangan. Tole juga gak bisa berbuat banyak katanya itu bakti sama orang tua,” terangnya. Akibatnya Minthul jadi kesulitan sendiri untuk memenuhi kebutuhan ruma tangganya. Sampai gali lubang tutup lubang pun dijalani agar bisa terpenuhi sampai akhir bulan.

Hal ini tentunya tidak akan terjadi jika semua gaji Tole benar-benar untuk keluarga. Pertengkaranpun rutin terjadi baik antara Minthul dan Tole sampai kepada mertua. Pernah Minthul tak tahan karena uang menipis akhirnya meminta ke mertua agar tidk terus-terusan meminta uang ke Tole.

“Jadi malah jadi pertengkaran besar, pokoknya bertengkar terus gara-gara uang. Gak tahan lagi gitu terus ya sudah akhirnya kita pisah dan bercerai di Pengadilan Agama Bangil,” jelasnya.

(br/eka/rf/rf/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia