Selasa, 20 Nov 2018
radarbromo
icon featured
Probolinggo

Lima Remaja Tertangkap Hirup Ngelem di Mayangan

Jumat, 27 Apr 2018 03:35 | editor : Fandi Armanto

lem fox

NAKAL: Remaja yang tertangkap basah mabuk dengan menghirup lem. (Satpol PP for Jawa Pos Radar Bromo)

MAYANGAN- Lima remaja tertangkap basah Satpol PP Kota Probolinggo sedang menghirup lem alias ngelem di Jalur Lingkar Utara (JLU) Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Kamis (26/4). Karenanya, mereka langsung digelandang ke kantor Satpol PP di Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan.

Kasi Ops Satpol PP Kota Probolinggo Hendra Kusuma mengatakan, razia Kamis dilakukan sejam mulai pukul 16.00 WIB. Razia ini bertujuan menertibkan anak jalanan (anjal) serta gelandangan dan pengemis (gepeng). Sebab, banyak laporan terkait maraknya pengemis di lampu merah. Serta, anjal yang disinyalir sering berpesta minuman keras (miras) oplosan.

Hasilnya, didapati lima remaja yang sedang asyik ngelem. Menurut Hendra, semula remaja yang ngelem itu banyak dan bergerombol. Namun, ketika pihaknya datang sebagian mereka kabur. Hanya lima remaja yang berhasil diamankan. “Awalnya banyak, tapi ketika melihat petugas, langsung melarikan diri,” ujarnya.

Bersama mereka juga diamankan sekaleng kecil lem cair yang sudah dibagi dalam beberapa plastik. “Lem yang digunakan lem cair yang biasanya untuk mengelem sepatu. Menurut mereka, dengan menghirup lem bisa nge-fly. Sejumlah plastik yang dipakai untuk menghirup lem juga kami amankan,” ujar Hendra.

Selain JLU, Satpol PP juga menyisir kawasan Stadion Bayuangga, Alun-alun, Taman Manula, dan Taman Maramis. Serta, sejumlah traffic light. Di sebuah traffic light simpang empat Pilang, Satpol PP mengamankan seorang pengemis yang biasa membawa bayinya. “Pengemis yang diamankan yang biasanya bawa anak itu. Kami amankan dan kami bina, termasuk kelima remaja itu,” ujarnya.

Hendra mengimbau masyarakat tidak mudah memberikan uang pada pengemis di traffic light. Serta, meminta pemilik toko bangunan lebih selektif dalam menjual lem. Sebab, kini banyak remaja dan pemuda suka ngelem. “Paling tidak jika ada yang membeli lem, dilihat berapa usianya dan ditanyakan untuk apa,” ujarnya.

(br/fun/rpd/fun/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia