Senin, 19 Nov 2018
radarbromo
icon featured
Sportainment

Ssst.... Ketua Koni Kabupaten Probolinggo Mundur, Ini Penyebabnya

Jumat, 13 Apr 2018 11:30 | editor : Muhammad Fahmi

MUNDUR: Gandhi Hartoyo.

MUNDUR: Gandhi Hartoyo. (Istimewa)

KRAKSAAN- Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Probolinggo Gandhi Hartoyo mengundurkan diri sebagai ketua KONI Kabupatan Probolinggo. Gandhi mundur dan menyerahan surat pengunduran dirinya seminggu lalu, Kamis (5/4).

Surat pengunduran diri itu ditujukan kepada Pj Bupati Probolinggo Cahyo Widodo melalui Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Dispora Parbud) Kabupaten Probolinggo. “Surat seminggu lalu sudah diajukan,” ujar Gandhi.

Ia mengaku mengundurkan diri karena kesibukan di luar. Sebab, selain menjadi ketua KONI, Gandhi juga menjadi Direktur PDAM Kabupaten Probolinggo serta sabagai Staf Ahli Anggota DPR RI. 

“Kasihan jika tidak mendapatkan perhatian. Apalagi, mendekati pekan olahraga. Kegiatan saya sebagai staf ahli (Anggota DPR RI) sibuk. Kegiatan lainnya sebagai direktur PDAM,” ujarnya.

Menurutnya, untuk mengisi kekosongan ketua KONI Kabupaten Probolinggo, ke depan harus dilakukan musyawarah kembali. “Saya tetap punya tanggung jawab untuk mendorong yang lain maju dan ditentukan ketua KONI. Rencana kapan, kami tunggu petunjuk dari Provinsi,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dispora Parbud Kabupaten Probolinggo M. Sidik Widjanarko mengaku, belum mengetahui secara pasti pengunduran Gandhi. Namun, ia mengaku sudah mendapatkan informasi dari pengurus cabang olahraga kalau Gandhi mundur. “Suratnya diajukan kepada Pj Bupati dan tembusannya ke saya dan ke cabor. Saya belum terima suratnya dan belum terima surat disposisinya Pj Bupati juga,” ujarnya.

Sidik mengatakan, pada prinsipnya keputusan pengunduran diri itu merupakan hak pribadi. Apalagi, selama ini Gandhi memang sibuk. “Daripada tidak konsentrasi, kami tidak ada masalah karena selama ini KONI cukup bagus,” ujarnya.

Selanjutnya, Sidik mengaku mengikuti aturan sesuai dengan AD/ART KONI. Setelah menerima surat disposisi dari Pj Bupati, Sidik mengaku, akan berkoordinasi dengan pengurus KONI lengkap. Mereka akan diundang untuk membicarakan AD/ART jika ada pengurus yang mundur. “Khususnya ketua umum yang mundur bagaimana prosedurnya sesuai AD/ART. Kami akan ikuti aturan main di KONI,” ujarnya.

Menurut Sidik, secara umum pengganti ketua KONI berikutnya harus memiliki bekal organisatoris. Serta, bertanggung jawab dan banyak relasi. Sebab, untuk membangun sebuah prestasi olahraga dan organisasi besar butuh orang yang survive. “Pantang menyerah, tidak kenal waktu, tidak kenal biaya, dan memang harus tercurah di situ. Selepas Pak Gandhi, orang-orang seperti itu pasti ada,” ujarnya. 

(br/hil/mie/mie/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia