Senin, 19 Nov 2018
radarbromo
icon featured
Features

Taufik Suwandi, Sulap Pipa jadi Lampu Hias dan Raih Rupiah

Rabu, 28 Mar 2018 16:00 | editor : Fandi Armanto

lampu, hias, pipa, paralon, pvc, kreatif, kerajinan, handycraft, hello kitty

KREATIF: Suwandi menunjukkan pipa dan lampu hias hasil kreasinya. (Iwan Andrik/Radar Bromo)

BOSAN dengan lampu malam yang itu-itu saja, sebaiknya anda lihat lampu kreasi Taufik Suwandi, 40, warga Desa Kenep, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, ini. Bermula dari aktivitasnya di dunia lukis, Taufik kemudian mencoba melukis di media selain kanvas. Jadilah ia menggunakan pipa. Nah, pipa yang dilukis itu, ternyata bisa dimanfaatkan untuk lampu hias yang unik.

-----------------

Warna-warni lampu malam itu cukup menarik. Ada yang berwarna merah muda, ada pula yang berwarna biru. Sekilas tampilan wadahnya seperti terbuat dari kertas. Namun, setelah didekati, ternyata terbuat dari pipa. Menariknya, ada ukiran pada wadahnya.

Ukirannya memiliki desain yang beragam. Ada bunga, binatang, dan berbagai desain lainnya. Sehingga, terasa pas ketika dipajang di kamar ataupun ruang tamu untuk mempercantik ruangan.

Lampu hias itu, merupakan kreasi Taufik Suwandi, 40, warga Desa Kenep, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan. Lelaki yang juga seorang pelukis tersebut, baru beberapa bulan terakhir menekuni pembuatan lampu hias. Ia kepincut membuat lampu hias, seiring ketertarikannya untuk melukis di media yang berbeda.

“Kalau melukis di media kertas ataupun kanvas, sudah biasa. Saya ingin membuat suatu media lukis yang tidak umum,” kata bapak dua anak ini.

Ide itu pun awalnya diaplikasikannya menggunakan bambu. Sepotong bambu ia pakai sebagai media lukis. Namun, uji coba menggunakan bambu gagal total. “Bambunya pecah. Dan lagi, sangat susah,” katanya. Ia lantas berpikir keras mencari bahan yang pas. Hingga beberapa hari kemudian, uncul ide menggunakan pipa.

Taufik kemudian membeli pipa warna putih. Pipa itu dipotong hingga seukuran 20 sampai 30 sentimeter. Selanjutnya, pipa itu dilubangi menggunakan bor.  Agar terbentuk gambar yang diharapkan, sebelum dibor, pipa tersebut dibuatkan pola. Caranya dengan menggunakan kertas yang digambar sesuai motif. Selanjutnya, gambar itu ditempelkan ke pipa dan diberi cahaya.

Kemudian, pipa dibor sesuai dengan pola yang dibuat. Begitu tergambar di pipa, pengeboran pun dilakukan. “Saya buat pola dulu, baru kemudian dibor mengikuti pola yang tergambar di pipa,” ujar pria yang sempat menggeluti servis handphone tersebut.

Mulanya, memang tak mudah. Ia berulang kali mengalami kegagalan untuk mengaplikasikan idenya. Berkali-kali pipa yang sudah dibuat pola, pecah ketika dibor. Tercatat, sekitar 10 kali ia gagal dalam uji coba. Sebulan lamanya ia melakukan uji coba tersebut.

“Sampai kemudian saya menemukan formula yang pas. Ngebor-nya tidak boleh keras-keras dan butuh ketelatenan. Sebelumnya memang susah. Kadang pecah. Kadang lubangnya terlalu besar. Pokoknya tidak sesuai harapan. Sampai sekitar sebulan lamanya, uji coba itu saya lakukan,” tutur suami dari Erna Wati tersebut.

Berkali-kali gagal, tak membuatnya patah arang. Buktinya, ia kini mahir membuat kreasi lampu hias dari pipa. Bukan hanya model sesuai dengan keinginannya. Ia pun bisa menerima pesanan gambar, sesuai dengan keinginan pemesan. “Biasanya membuat kreasi binatang ataupun bunga. Tapi, kami juga bisa membuat gambar lampu sesuai permintaan,” imbuhnya.

Menurut Taufik, sehari ia bisa membuat satu lampu hias. Waktu pembuatannya memang tidak cepat. Karena butuh proses mulai dari pengeboran hingga pewarnaan. Lampu kreasinya itu, dibanderol dengan harga yang bervariasi. Paling murah Rp 175 ribu. Sementara paling mahal, bisa sampai Rp 350 ribu. Banderol harga tersebut, bergantung kerumitan dalam pembuatan ukirannya.

Taufik mengungkapkan, pesanan yang datang bukan hanya dari lokal Beji, Bangil, ataupun Pasuruan. Permintaan juga datang dari Jogjakarta. Biasanya, selain untuk kamar, juga untuk lampu hiasan di kafe.

Bahkan, ia sampai kewalahan menerima pesanan tersebut. “Ada pesanan cukup banyak dari Jogjakarta beberapa waktu lalu. Tapi, terpaksa saya tolak karena tidak mampu memenuhinya. Maklum, produksi lampu ini kan manual. Sementara saya bekerja sendiri. Jadi, ketimbang mengecewakan, lebih baik tidak saya ambil,” bebernya.

lampu, hias, pipa, paralon, pvc, kreatif, kerajinan, handycraft, hello kitty

UNIK: Lampu hias dari pipa yang sudah jadi dan siap jual. (Iwan Andrik/Radar Bromo)

(br/fun/one/fun/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia