Selasa, 20 Nov 2018
radarbromo
icon-featured
Probolinggo

Kecelakaan Kerja Karyawan Outsourcing PT KTI karena Human Error

Kamis, 15 Feb 2018 12:30 | editor : Muhammad Fahmi

kecelakaan kerja, kti, karyawan outsourcing, mesin rotary

ROTARY: Pengawas Disnaker saat meninjau mesin rotary di PT KTI tempat terjadinya kecelakaan kerja yang dialami Sholeh Wakid. (Istimewa)

MAYANGAN - Kecelakaan kerja yang menimpa Sholeh Wakid, 26, karyawan outsourcing PT Kutai Timber Indonesia (KTI), dipastikan murni karena human error.

Kepastian itu disampaikan pengawas ketenagakerjaan dan tim Unit Reaksi Cepat (URC) Kecelakaan Kerja Disnakertrans Jatim Subkorwil Probolinggo Ninuk Sri Lestari, Rabu (14/2).

Menurutnya, setelah kecelakaan kerja yang terjadi pada Minggu (11/2), tim URC langsung mendatangi lokasi, sekitar pukul 14.30. Di sana, tim melakukan olah TKP. Dan hasilnya, ditemukan kecelakaan kerja dengan tersayat mesin rotary itu murni terjadi karena human error.

Tari –panggilannya- menjelaskan, korban melakukan tindakan nonprosedural atau diluar prosedur. Sebelum kejadian, menurutnya, korban hendak membersihkan mesin rotary 5 di produksi 1.

Saat dibersihkan, seharusnya mesin dalam kondisi mati. Namun, korban tidak mematikan mesin. Akibatnya, korban tersayat mesin rotary.

Di lokasi, menurut Tari, sudah ditempel imbauan atau SOP tentang cara membersihkan mesin. Imbauan itu menyebutkan, untuk membersihkan pisau, mesin rotary harus dalam posisi mati.

“Imbauan sudah ditempel di mesin dengan jelas. Jadi, kecelakaan kali ini murni human error,” terangnya.

Sementara itu, korban yang warga Desa Muneng Leres, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, itu saat ini menjalani rawat jalan. Pada 12 Februari, menurut Tari, korban menjalani operasi. Dan, saat itu juga, korban diperbolehkan rawat jalan.

Selanjutnya, jika nantinya mengalami cacat, korban akan dibiayai atau mendapat santunan dari BPJS. “Meskipun human error, namun biaya pengobatan, termasuk jika korban mengalami cacat, akan ditanggung dan dibiayai (mendapat santunan) oleh BPJS,” terangnya.

Di sisi lain, menurut Tari, ada beberapa catatan dari pihaknya untuk perusahaan. Yakni, pembinaan cara bekerja, sehingga kecelakaan serupa tak terjadi lagi.

“Kecelakaan itu ada dua tipe, akibat kelalaian dan akibat kondisi. Artinya, jika kondisinya sudah bagus, baik mesin dan lainnya, maka cara penggunaannya juga harus baik,” tuturnya.

Jawa Pos Radar Bromo juga menghubungi Manager Muda dan Personalia PT KIT Firdaus untuk dikonfirmasi. Namun, sampai berita ini ditulis, yang bersangkutan tidak bisa dihubungi.

(br/mie/rpd/mie/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia